KRAKSAAN (Surau.ID) — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kraksaan resmi menguji coba sistem persuratan digital berbasis aplikasi pada Jumat (21/8/2026). Inovasi tata kelola administrasi dan pendataan organisasi ini lahir lewat kolaborasi strategis dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton.
Langkah ini menjadi terobosan baru di lingkungan Ansor untuk memodernisasi pengelolaan arsip dan dokumen kegiatan secara terpadu.
Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Abdul Wahid, menegaskan bahwa penerapan teknologi ini ditujukan untuk membangun manajemen organisasi yang lebih adaptif dan rapi.
Dalam skema uji coba ini, PAC GP Ansor Krejengan ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) sebelum aplikasi diterapkan secara menyeluruh.
“Kami ingin merapikan seluruh tata kelola data dan administrasi. Inovasi ini murni hasil kerja sama dengan Unuja dan menjadi hal baru di Ansor,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahap uji coba di tingkat PAC sangat krusial untuk menjaring masukan dan menyempurnakan fitur yang ada.
Evaluasi teknis, lanjutnya, terus dilakukan agar sistem benar-benar siap serta ramah pengguna saat dioperasikan oleh jajaran pengurus.
“Simulasi ini penting supaya kita bisa langsung memperbaiki kekurangan yang ditemukan. Targetnya, saat diluncurkan resmi, sistem sudah matang dan mudah diakses siapa saja,” imbuhnya.
Peluncuran resmi (grand launching) aplikasi persuratan ini dijadwalkan berlangsung bertepatan dengan agenda inaugurasi PC GP Ansor Kraksaan di Gedung Islamic Center Kraksaan, Ahad (23/8/2026).
Acara tersebut rencananya dihadiri jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawa Timur, Bupati Probolinggo, Ketua PCNU Kraksaan, serta Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abdur Rahman.
Respon positif datang dari tingkat basis. Ketua PAC GP Ansor Krejengan, Khairul Umam, mengapresiasi kemudahan yang ditawarkan platform digital ini.
Menurutnya, fleksibilitas akses menjadi keunggulan utama dalam menunjang kerja-kerja organisasi di lapangan.
“Kehadiran sistem ini sangat membantu efektivitas kerja pengurus. Pembuatan surat hingga penyimpanan dokumentasi kegiatan kini bisa dilakukan dari mana saja,” katanya.
Selain menawarkan kepraktisan, digitalisasi ini dinilai mampu menekan penggunaan kertas (paperless) sehingga anggaran operasional administrasi jauh lebih efisien.
Upaya transformasi digital ini diharapkan mampu melahirkan standar baru manajemen organisasi kemasyarakatan pemuda yang responsif terhadap perkembangan teknologi.