JEMBER (Surau.ID) – Empat mahasiswa STIKes Bhakti Al-Qodiri Jember menciptakan inovasi boneka “Emma” guna membantu edukasi kesehatan reproduksi dan menstruasi bagi remaja putri tunagrahita, Kamis (10/9/2026).
Gagasan ini lahir dari kepedulian terhadap keterbatasan kognitif anak tunagrahita yang kerap kesulitan memahami perubahan tubuh saat pubertas. Pendekatan visual dan praktik langsung menjadi solusi efektif.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Jember Muhammad Fawait. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi tersebut.
Fitur Media Edukasi Boneka Emma dan Smart Apron
Boneka Emma dilengkapi dengan dua item utama, yakni mini apron untuk mengenalkan perubahan fisik pubertas dan smart apron dengan enam kantong edukasi menstruasi.
Melalui media ini, anak-anak diajar memilih dan memasang pembalut secara mandiri. Inovasi ini telah diterapkan selama tiga bulan di SLB Negeri Jember.
Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek dan Menuju PIMNAS
Karya ilmiah bertema pelatihan personal hygiene ini berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat dari Kemdiktisaintek.
“Harapannya bisa membuat mereka bisa lebih mandiri saat menghadapi menstruasi,” ujar anggota tim mahasiswa, Datin Afkarina Zain.
Tim inovator tersebut dijadwalkan melaju ke tingkat nasional untuk berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan diselenggarakan di Semarang.