PROBOLINGGO (Surau.ID) — José Mourinho membela Kylian Mbappé dari kritik yang muncul setelah penampilan Real Madrid di Liga Champions. Pelatih asal Portugal itu menilai kritik terhadap penyerang Prancis tersebut tidak sepenuhnya berangkat dari pemahaman sepak bola yang benar.
Mourinho bahkan menilai ada pihak yang sebenarnya memahami permainan, tetapi memilih menyoroti sisi negatif Real Madrid. Menurutnya, kemenangan tim justru bisa membuat sebagian orang enggan mengakui performa positif yang ditunjukkan para pemain.
Dalam konferensi pers menjelang pertandingan menghadapi Rayo Vallecano, Mourinho juga berbicara mengenai kontroversi penalti Mbappé, kemungkinan rotasi pemain, penampilan Thibaut Courtois, hingga hubungan Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni.
Mourinho: Mbappe Bukan Masalah bagi Real Madrid
Kritik terhadap Mbappé muncul terutama karena sang penyerang dianggap tidak cukup membantu tim dalam menjalankan tugas defensif. Kritik itu kemudian mendapat respons langsung dari Mbappé melalui wawancaranya dengan L’Équipe.
Mbappe mengatakan, “Saya rasa hal ini tidak wajar, tetapi inilah kehidupan seseorang yang telah hidup dalam keistimewaan selama bertahun-tahun.”
Ia menambahkan, “Wajar bila orang-orang selalu melihat apa yang tidak dilakukan seseorang. Ketika ia melakukannya selama 10 tahun, orang-orang tidak lagi melihat apa yang ia lakukan. Mereka tahu bahwa ia mampu melakukannya. Karena itu, mereka selalu berusaha melihat apa yang tidak ia lakukan.”
Mourinho kemudian memberikan pembelaan terhadap pemain asal Prancis tersebut. Ia mengibaratkan Mbappé sebagai pohon yang menghasilkan banyak buah dan karena itu selalu menjadi sasaran lemparan batu.
Mourinho berkata dalam konferensi pers hari Jumat ini menjelang laga melawan Rayo Vallecano, sebagaimana dilaporkan surat kabar “AS”: “Saya tidak berbicara tentang siapa yang mengkritik. Saya menggunakan peribahasa yang sama seperti yang saya katakan tentang Vinicius. Ia adalah pohon yang menghasilkan banyak, sangat banyak buah, dan orang-orang biasanya melempari batu ke pohon yang berbuah.”
Ia menambahkan, “Mbappé benar dalam menanggapi kritik itu. Pemain yang mencetak 40 gol tidak pernah menjadi masalah bagi tim. Ketika Anda berhasil menciptakan persahabatan dan rasa hormat… bayangkanlah itu.”
Mourinho juga mempertanyakan cara sebagian pihak menilai permainan Real Madrid. Ia berkata, “Ada hal-hal yang sebagai pelatih sangat saya hargai dan kagumi. Ada orang-orang yang membicarakan sepak bola tetapi tidak memahaminya. Dan ada pula yang memahaminya, dan berguna bagi mereka untuk membicarakan hal-hal yang tidak baik.”
Menurut Mourinho, kontribusi Mbappe tidak hanya bisa diukur dari jumlah gol atau seberapa sering ia melakukan pekerjaan defensif. Ia mencontohkan situasi pada menit-menit akhir pertandingan melawan Inter Milan.
“Saya melihat tim pada menit-menit terakhir (laga melawan Inter Milan) bermain dengan sepuluh pemain, bertahan dari sisi kiri bersama Cucurella yang sudah menguras seluruh tenaganya, dan Kylian yang juga sudah menguras seluruh tenaganya, dan saya melihat itu. Sebagai pelatih, saya sangat menghargai hal ini dengan cara yang luar biasa. Bagi saya, perilaku semacam ini adalah sebuah kebahagiaan.”
Ia menilai ada pihak yang sebenarnya melihat sisi tersebut, tetapi tidak mengungkapkannya ketika memberikan penilaian terhadap pertandingan.
“Ia menuturkan, “Ada orang-orang yang memahami sepak bola sebagaimana saya memahaminya, dan mereka juga melihat itu, tetapi mereka tidak mengatakannya. Sesudah itu mereka mengatakan bahwa kami tidak bertahan dengan baik, dan bahwa kami bisa saja kebobolan tiga atau empat gol.”
Mourinho kemudian membandingkan peluang yang dimiliki lawan dengan kesempatan Real Madrid untuk mencetak gol.
Ia melanjutkan, “Tetapi mereka juga tidak mengatakan bahwa kami bisa saja mencetak delapan gol. Ada pertandingan yang sangat membosankan, dan mungkin kami menjalani beberapa di antaranya. Ada pertandingan di Liga Champions di mana kedua tim saling menakuti satu sama lain, tidak ada yang mau mengambil risiko, dan orang-orang pulang ke rumah dengan rasa tidak enak.”
“Mereka bisa saja mencetak empat gol, ya ya, tetapi kami bisa saja mencetak delapan. Dan ada orang-orang yang memahami sepak bola seperti saya tetapi tidak mengatakannya. Mengapa mereka tidak mengatakannya? Apakah kalian tidak senang karena kami menang?”
Mourinho Soroti Kontroversi Penalti Mbappe
Selain soal kritik terhadap Mbappé, Mourinho kembali menyinggung kontroversi keputusan wasit terkait penalti yang melibatkan Mbappé dalam pertandingan melawan Real Betis.
Komite wasit Spanyol sebelumnya mendukung keputusan wasit pertandingan untuk tidak mengulang penalti tersebut. Mourinho mengaku tidak terkejut dengan sikap tersebut.
“Itu tidak mengejutkan saya, karena ada perlindungan yang besar di antara para wasit. Sangat jarang, dan sangat sulit, bagi mereka untuk mengkritik sebuah keputusan wasit. Serikat (di antara para wasit) itu kekuatan.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Mourinho masih mempertanyakan independensi dalam evaluasi keputusan wasit di sepak bola Spanyol.
Fokus Menang, Mourinho Buka Peluang Rotasi
Menjelang pertandingan melawan Rayo Vallecano, Mourinho tidak mau membocorkan susunan pemain yang akan diturunkannya. Ia juga enggan memastikan apakah Yan Diomande akan mendapatkan kesempatan bermain.
“Saya tidak ingin mengatakan siapa yang akan bermain. Saya tidak akan menempuh arah itu. Saya tidak memikirkan tiga pertandingan mendatang, melainkan pertandingan besok. Saya ingin menang.”
Meski demikian, Mourinho mengakui adanya peluang memberikan kesempatan kepada pemain yang memiliki kondisi fisik lebih segar. Ia berkata, “Tetapi ya, ada ruang… mungkin bukan untuk rotasi, tetapi ruang untuk energi baru. Kaki-kaki yang memiliki banyak bahan bakar. Kami bekerja sangat keras pada laga hari Selasa. Dan kami mendapatkan kembali Camavinga, Bernardo, serta Arda.”
Menurut Mourinho, jadwal padat membuat pengelolaan tenaga pemain menjadi penting.
“Kami memiliki skuad yang kuat, untuk memberikan kesempatan kepada kaki-kaki yang memiliki banyak bahan bakar untuk bermain. Dan agar yang lain mendapatkan sedikit waktu untuk beristirahat. Kami memiliki tiga pertandingan dalam sembilan hari, dan Elche tiga hari kemudian… tetapi fokus tertuju pada bagaimana cara menang besok.”
Ia menambahkan, “Dan dengan cara itu, yang penting adalah dua atau tiga pemain yang tidak ikut bermain pada laga terakhir dapat memberikan tim sedikit lebih banyak energi.”