KLUNGKUNG (Surau.ID) – Tiga pura di Desa Nyalian, Kabupaten Klungkung, Bali dikembangkan sebagai potensi wisata religi yang memadukan keindahan alam, nilai sejarah, serta tradisi penglukatan, Sabtu (12/9/2026).
Pengembangan ini didukung Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung dalam kegiatan Peluncuran Kemajuan Desa Wisata Nyalian. Langkah ini dirancang untuk mengoptimalkan sektor kepariwisataan berbasis kearifan lokal.
Program ini menyinergikan penguatan administrasi pura dengan pelestarian tradisi budaya. Kehadiran destinasi religi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan serta keharmonisan masyarakat lokal.
Tiga Pura Destinasi Utama Wisata Religi
Destinasi tersebut meliputi Pura Tirta Tadah Uwuk, Pura Pucak Sari peninggalan Kerajaan Nyalian, dan Pura Tirta Harum Satria Taman Bali.
Ketiga pura menawarkan keunikan tersendiri, mulai dari ritual penyucian diri hingga keberadaan peninggalan relief kuno yang bernilai sejarah tinggi.
Kolaborasi Strategis dan Implikasi Dampak
Inisiasi ini digerakkan lewat program MENYALA hasil kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, serta Kemenag Klungkung. Dampaknya, kunjungan wisatawan tercatat melonjak hingga 30,60 persen.
“Sebagai Penyuluh Agama Hindu, kami siap mendukung dan bersinergi dalam setiap kegiatan kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi umat serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ujar Ayu Putri Suryaningrat, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung.
Pengembangan desa wisata ini berhasil membuktikan keharmonisan antara nilai kesucian agama dan kemajuan ekonomi masyarakat.