JAKARTA (Surau.ID) – Pengelola Hutan Kota Sanggabuana memanfaatkan kawasan hijau 120 hektare di Lebak Bulus untuk kegiatan pertanian berkelanjutan serta pelestarian keanekaragaman hayati pada Kamis (24/9/2026).
Pengelolaan kawasan hijau tersebut melibatkan masyarakat lokal yang terhimpun dalam 50 Kelompok Tani Hutan (KTH). Mereka mengelola berbagai kegiatan, mulai dari peternakan, perikanan, budidaya madu klanceng, hingga kerajinan tangan.
Selain itu, kawasan ini menjadi rumah bagi tanaman buah langka seperti kecapi, buni, jamblang, bacang, cempedak, dan matoa yang memperkuat fungsi konservasi lingkungan Jakarta.
Budidaya Unik Kopi Perkotaan
Kawasan Sanggabuana berhasil membudidayakan tiga jenis kopi sekaligus, yaitu Robusta, Arabika, dan Liberika. Uniknya, ketiga varietas kopi tersebut mampu tumbuh subur dan berbuah lebat di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut.
Meskipun ukuran biji kopi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan hasil panen kawasan pegunungan tinggi, keberhasilan ini membuktikan potensi besar pertanian perkotaan.
Harapan Dukungan dan Kelestarian
Pengelola Sanggabuana menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan dari kerusakan industri skala besar. Upaya pengolahan lahan perkotaan harus tetap memperhitungkan keseimbangan ekosistem demi keberlanjutan fungsi lingkungan di tengah padatnya ibu kota.
Pihak pengelola berharap momentum Hari Tani Nasional dapat mendorong perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan para petani kota. “Semoga ke depannya para petani lebih diperhatikan dan didukung kinerjanya supaya KTH di seluruh Jakarta bisa berkembang,” ujar Deden, pengelola Hutan Kota Sanggabuana.
Semangat warga Sanggabuana membuktikan bahwa merawat alam di tengah rimba beton bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.