Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
01 November 2026 | 16:07 WIB
Hiburan

Terungkap! Pembuat Meme Mbappe Jadi Mao Zedong Beberkan Asal-usulnya

Blt154a8d0ac08e7ad6~2
Kylian Mbappe striker Real Madrid. (Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) — Meme yang menyerupakan wajah Kylian Mbappe dengan Mao Zedong, tokoh revolusioner sekaligus pendiri Republik Rakyat China, ternyata telah beredar sejak 2023. Pembuatnya, Younes Khelifi, mengaku tidak menyangka karya jenaka tersebut kembali menjadi sorotan hingga memicu kontroversi yang melibatkan pemerintah China dan bintang Real Madrid itu.

Kontroversi bermula ketika Mbappe membicarakan meme favoritnya dalam sesi tanya jawab singkat di siniar The Bridge. Mantan penyerang Paris Saint-Germain (PSG) itu menyampaikan gambar yang menempelkan wajahnya ke wajah Mao Zedong sebagai salah satu meme yang membuatnya tertawa. Ia juga mengaku kerap membagikannya kepada teman-temannya.

“Yang itu, yang wajah saya ditempel ke wajah seorang diktator Tiongkok (Mao Zedong)? Itu benar-benar bikin saya tertawa. Saya sering pakai gambar itu sama teman-teman,” ujar Mbappe sambil tertawa, dikutip dari Marca.

Pernyataan tersebut kemudian menuai reaksi di China. Menurut laporan Tribuna, Mbappe dan Real Madrid telah menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang muncul. China bahkan disebut mengancam menghentikan penayangan pertandingan LaLiga.

Pihak LaLiga turut menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan menjaga perilaku para pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Selain itu, dua merek besar asal China dilaporkan memutuskan kerja sama dengan Mbappe.

Di tengah polemik tersebut, Younes Khelifi mengungkapkan bahwa meme itu sebenarnya telah dibuat sekitar tiga tahun sebelumnya. Ia mengunggah gambar tersebut melalui akun X pribadinya, @frenchaicovers, pada 2023.

“Saya tidak menyangka hal ini akan meluas hingga ke luar negeri dan menciptakan insiden diplomatik. Ini sungguh gila,” jelas Khelifi.

Ia mengaku selama bertahun-tahun tidak melihat komentar di akunnya yang mempermasalahkan meme tersebut. Setelah kontroversi mencuat, ia mulai berinteraksi dengan sejumlah pengguna media sosial asal China dan menyebut percakapan mereka berjalan baik.

“Memang ada sedikit sorotan, tapi tidak sampai menimbulkan kecaman terhadap saya. Saya tidak berniat menyakiti siapa pun. Saya hanya membuat video jenaka, dan karena ide itu terlintas di benak saya, maka saya pun membuatnya,” katanya.

Khelifi menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai pengembang perangkat lunak dan tertarik pada teknologi deepfake serta kecerdasan buatan (AI) untuk membuat video hiburan. Gagasan meme Mbappe dan Mao Zedong muncul dari perpaduan ketertarikannya terhadap sepak bola dan teknologi tersebut.

“Saya menonton sepak bola dan bekerja sebagai developer, serta tertarik pada teknologi deepfake dan kecerdasan buatan untuk membuat video-video lucu. Begitulah dua ide bertemu di kepala saya, dan saya membuat meme itu,” tambahnya.

Menurut Khelifi, meme tersebut dibuat ketika Mbappe masih memperkuat PSG. Saat itu, sang pemain juga tengah menjadi sorotan terkait kabar keretakan hubungan di ruang ganti. Salah satu isu yang beredar menggambarkan Mbappe sebagai sosok yang ingin mengendalikan keadaan seperti seorang diktator.

Khelifi mengaku bersimpati kepada Mbappe karena menilai dampak kontroversi yang muncul terlalu besar dibandingkan dengan maksud awal pembuatan meme tersebut.

“Saya merasa kasihan pada Mbappe,” tuturnya.

Ia juga menyoroti konsekuensi yang harus dihadapi pemain berusia 27 tahun itu, termasuk hilangnya sponsor dan potensi jangkauan audiens.

“Sungguh menyedihkan melihatnya harus menanggung beban begitu berat akibat satu kesalahan yang tidak disengaja seperti kehilangan sponsor serta potensi audiens. Dia menerima kecaman yang terlalu keras jika menimbang bobot dari situasi yang sebenarnya terjadi,” pungkasnya.

Pengakuan Khelifi memperjelas bahwa meme yang memicu polemik tersebut bukanlah karya baru. Meski telah dibuat sejak 2023, penyebutan meme itu oleh Mbappe dalam sebuah siniar membuatnya kembali menjadi perhatian publik dan berkembang menjadi kontroversi yang berdampak pada hubungan sang pemain dengan sejumlah mitra komersialnya.

Penulis: Khoirul Anam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id