LUMAJANG (Sura.ID) – Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam kurun waktu kurang dari tiga jam pada Jumat (20/2/2026) pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak lima kali.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, rangkaian letusan terjadi mulai pukul 05.18 WIB hingga 08.00 WIB. Tinggi kolom abu vulkanik yang teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang condong mengarah ke timur,” tulis Petugas PPGA Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan resminya, Jumat (20/2/2026).
Secara teknis, lanjutnya mengutip dari detik.com, salah satu erupsi tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi gempa letusan selama 125 detik. Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Status Level III (Siaga) untuk Gunung Semeru.
Rekomendasi Keamanan bagi Masyarakat
Merespons aktivitas ini, otoritas setempat mengeluarkan sejumlah larangan demi keselamatan warga dan wisatawan: zona Terlarang: Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Waspada Aliran Sungai: Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
Ancaman Sekunder: Masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer dari puncak,” tegas Sigit.