Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
16 Maret 2026 | 09:52 WIB
Daerah

Nuzulul Qur’an di Raas, Kiai Imam Muslim: Santri Penyambung Lidah Ulama

IMG 20260316 WA0029
Kiai Imam Muslim menyampaikan tausyiah dalam Pengajian Umum Forum Komunikasi Santri (FKS) Raas dalam rangka peringatan malam Nuzulul Qur’an di Desa Kropo, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Minggu (15/3/2026). (Foto: Surau.ID/Saipur Rahman)

 

SUMENEP (Surau.ID) – Forum Komunikasi Santri (FKS) Raas menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an yang bertempat di Desa Kropo, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Minggu (15/3/2026) malam. Acara ini dihadiri oleh tokoh masyarakat serta ratusan warga setempat yang antusias menyimak tausiyah agama.

Hadir sebagai penceramah utama, Kiai Imam Muslim menyampaikan pesan mendalam mengenai peran santri dan kemuliaan bulan suci Ramadhan. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa keberadaan santri di tengah masyarakat merupakan berkah yang harus didukung penuh oleh warga Raas.

“Kegiatan santri seharusnya didukung penuh oleh masyarakat Raas. Sebab, salah satu wasilah turunnya keberkahan Al-Qur’an adalah melalui peran para santri yang senantiasa menjaga nilai-nilainya,” ujar Kiai Imam Muslim di hadapan para jemaah.

Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Lebih lanjut, Kiai Imam Muslim menjelaskan bahwa pembahasan mengenai Ramadhan tidak akan pernah lepas dari peristiwa Nuzulul Qur’an dan keutamaan malam Lailatul Qadar. Ia memaparkan pandangan ulama mengenai waktu terjadinya malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

“Menurut para ulama, Lailatul Qadar sering kali jatuh pada malam ganjil, meski ada pula pendapat yang menyebutkan potensi terjadi pada malam genap. Pada Ramadhan kali ini, Lailatul Qadar diprediksi masuk pada tanggal 25 Ramadhan, dan kejadiannya hanya berlangsung sekejap,” paparnya.

Santri dan Jalan Menuju Surga

Di akhir tausiyahnya, Kiai Imam Muslim memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para santri. Menurutnya, santri memiliki karakter yang unik; meskipun terkadang terlihat pemalu atau bertingkah lucu, mereka tetap memiliki kedalaman ilmu.

Ia juga mengutip sebuah hadis yang mengisyaratkan bahwa santri adalah golongan yang mendapatkan kemuliaan di akhirat kelak.

“Jika ingin mengetahui siapa yang lulus menuju surga, menurut dawuh Nabi, salah satunya adalah santri. Hal ini karena santri merupakan penyambung lidah para ulama dalam mensyiarkan agama Islam,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama, berharap keberkahan malam Nuzulul Qur’an membawa kedamaian bagi masyarakat Kecamatan Raas dan sekitarnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id