Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
07 April 2026 | 18:01 WIB
Daerah

Resmi Jadi Menantu Gus Dur, Ini Profil Ra Mamak Kiai Muda Berdarah Madura

IMG
Ra Mamak saat acara pernikahannya bersama Inayah Wahid (Foto: Instagram/Surau.ID).

 

SUMENEP (Surau.ID) – Kabar bahagia datang dari keluarga besar almarhum KH Abdurrahman Wahid. Putri bungsunya, Inayah Wulandari Wahid, resmi dipersunting oleh kiai muda Madura, KH Muhammad Shalahuddin A. Warits, dalam sebuah prosesi akad nikah yang berlangsung di Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Madura, pada Minggu (5/4/2026).

Pernikahan ini disambut hangat oleh berbagai kalangan, khususnya warga Nahdliyin. Sosok Ra Mamak yang dikenal sebagai kiai muda dengan latar keilmuan pesantren yang kuat sekaligus wawasan modern, turut menjadi perhatian publik.

Ra Mamak merupakan putra dari almarhum KH Warits Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah pada masanya. Kini, ia melanjutkan khidmah sebagai salah satu dewan pengasuh di pesantren tersebut, yang dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Madura dengan tradisi keilmuan yang kuat dan kemandirian pesantren.

Kiai Muda Berwawasan Global

Selain mendalami ilmu agama, Ra Mamak juga menempuh pendidikan formal di Universitas Al-Azhar, Mesir, kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia. Bekal pendidikan tersebut memperkuat kapasitasnya sebagai kiai muda yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan perkembangan zaman.

Ia juga dikenal menguasai sejumlah bahasa asing, seperti Arab, Inggris, dan Prancis, yang memudahkannya berinteraksi dalam forum-forum internasional dan lintas budaya.

Dalam kesehariannya, Ra Mamak aktif menggerakkan santri dan masyarakat dalam isu pelestarian lingkungan. Kepedulian tersebut membuatnya kerap dijuluki sebagai “kiai ekologis”, seiring dengan berbagai inisiatif menjaga kelestarian alam di sekitar pesantren.

Di samping kiprah keagamaan dan sosial, ia juga pernah disebut dalam bursa calon Bupati Sumenep pada Pilkada 2020, yang menunjukkan luasnya penerimaan masyarakat terhadap figur dirinya.

Pernikahan antara Inayah Wahid dan Ra Mamak dipandang sebagai pertemuan dua tradisi besar: keluarga pesantren Ciganjur dengan tradisi pesantren Madura. Banyak pihak berharap, ikatan ini semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat peran pesantren dalam menjawab tantangan zaman.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id