PROBOLINGGO (Surau.ID) – Robithah Alumni Nurul Qadim (ROBANI) menggelar kegiatan silaturahim dan penguatan organisasi di kediaman Ust. Salam, Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Rabu (08/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang konsolidasi alumni sekaligus menyusun langkah strategis untuk mendukung pengembangan Pondok Pesantren Nurul Qadim.
Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qadim KH. Abdul Hadi Noer, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) ROBANI H. Sabri, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ROBANI Ust. Sari Lesmana, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Wahid Al-Wahyuni KH. Sibaweh, para alumni senior, tokoh masyarakat, serta simpatisan dari berbagai daerah.
Selain menjadi ajang temu kangen lintas angkatan, forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi organisasi, membangun komunikasi antaralumni, serta merumuskan berbagai program yang dapat mendukung kemajuan pesantren.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qadim, KH. Abdul Hadi Noer, menyampaikan bahwa perkembangan pesantren tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen, termasuk para alumni yang terus menjaga hubungan dengan almamater.
Ia menjelaskan, Nurul Qadim kini telah memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari TK, MI, MTs, MA, STAINQ, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, Wustha, Ulya, hingga Ma’had Aly. Menurutnya, keberadaan seluruh jenjang tersebut menunjukkan komitmen pesantren dalam membangun pendidikan Islam yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, hari ini Nurul Qadim terus berkembang dan memiliki jenjang pendidikan yang lengkap. Ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Saya meyakini kemajuan pesantren tidak hanya dibangun oleh pengurus dan para guru, tetapi juga oleh para alumni yang tetap memiliki kepedulian terhadap almamaternya,” tutur KH. Abdul Hadi Noer.
Ia berharap ROBANI terus berkembang sebagai organisasi alumni yang solid dan mampu menjadi ruang kolaborasi dalam mendukung kemajuan pesantren.
“Saya berharap roda organisasi ROBANI terus bergerak dengan baik, tidak hanya menjadi wadah silaturahim, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang produktif. Alumni harus menjadi kekuatan besar dalam mendukung pengembangan pesantren, menjaga nama baik almamater, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kekompakan dan komunikasi yang baik adalah modal utama untuk membesarkan organisasi ini,” pesannya.
Ketua DPP ROBANI, H. Sabri, menilai alumni merupakan aset penting yang dapat memberikan kontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, hingga penguatan kelembagaan pesantren.
“ROBANI hadir untuk menyatukan potensi besar para alumni. Ketika jaringan alumni dapat terbangun dengan baik, maka akan lahir banyak kontribusi nyata, baik dalam pengembangan pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, maupun penguatan kelembagaan pesantren. Karena itu, kami terus mendorong penguatan organisasi hingga ke tingkat wilayah dan daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh alumni,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW ROBANI, Ust. Sari Lesmana, menyebut silaturahim tersebut menjadi energi baru untuk mempererat solidaritas dan memperkuat peran organisasi.
“Silaturahim ini membuktikan bahwa rasa memiliki terhadap pesantren masih sangat kuat. Ke depan kami ingin ROBANI menjadi organisasi yang lebih aktif, lebih dekat dengan alumni, serta mampu melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi pesantren, alumni, dan masyarakat luas,” ungkapnya.
Forum juga menghasilkan sejumlah gagasan terkait penguatan struktur organisasi, peningkatan komunikasi antaralumni, pengembangan program sosial-keagamaan, serta kolaborasi dalam mendukung berbagai agenda strategis Pondok Pesantren Nurul Qadim.