PROBOLINGGO (Surau.ID) – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo berhasil meningkatkan produksi bawang merah hingga 30 persen melalui program lahan percontohan (demplot), meski dihadapkan pada cuaca ekstrem. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.
Keberhasilan tersebut ditunjukkan dalam panen raya di lahan Kelompok Tani Makmur III, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Jumat (03/04/2026). Dengan luas lahan 0,2 hektare, produktivitas bawang merah meningkat dari rata-rata 1 ton menjadi 1,3 ton.
Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan, dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Faiq El Himmahc, mengatakan peningkatan hasil panen didorong oleh penerapan teknologi budidaya yang tepat.
“Kenaikan ini tidak lepas dari konsistensi petani dalam menerapkan pemupukan berimbang serta pendampingan intensif dari petugas di lapangan,” ujarnya.
Varietas unggul lokal Biru Batu (Ronggojalu) digunakan dalam program tersebut. Kombinasi benih berkualitas dan teknik pemupukan presisi dinilai menjadi faktor utama peningkatan produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Program demplot ini merupakan hasil kolaborasi antara Pupuk Indonesia dan Diperta Kabupaten Probolinggo. Kegiatan berlangsung sejak Februari hingga April 2026, dengan masa tanam sekitar 53 hari.
Selain mengejar peningkatan hasil panen, program ini juga difokuskan pada penguatan kapasitas petani. Mereka mendapatkan pendampingan langsung terkait teknik budidaya yang berkelanjutan.
Faiq menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar petani mampu bertahan dalam berbagai kondisi iklim. “Petani tidak hanya bekerja, tetapi juga memahami teknik budidaya yang benar. Ini penting agar mereka tetap tangguh dan produktif dalam berbagai kondisi iklim ke depan,” katanya.
Penelaah Teknis Kebijakan Diperta Kabupaten Probolinggo, Dadik Eko S, menilai model demplot sebagai strategi adaptasi yang efektif terhadap perubahan iklim. Menurut dia, penggunaan varietas unggul dan pemupukan presisi terbukti mampu menjaga produktivitas.
“Penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang presisi terbukti menjadi solusi nyata. Kami melihat demplot di Desa Karangpranti ini sebagai model yang sangat ideal untuk direplikasi di wilayah lain,” ujar Dadik.
Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Probolinggo. Dengan produktivitas yang terjaga, kesejahteraan petani diharapkan meningkat sekaligus menjaga stabilitas pasokan bawang merah.