PROBOLINGGO (Surau.ID) – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali akan memulai rehabilitasi Jembatan Matikan II di jalur pantura Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mulai Senin (22/6/2026).
Langkah ini diambil setelah evaluasi teknis menunjukkan struktur jembatan yang menghubungkan Probolinggo dan Situbondo tersebut tidak lagi kokoh.
Penurunan kualitas jembatan sepanjang 5 meter dan lebar 7 meter ini disebabkan oleh kombinasi usia konstruksi yang sudah tua, paparan cuaca ekstrem, serta beban lalu lintas harian yang tinggi akibat kendaraan berat antar pulau.
Metode Pengerjaan Bergantian
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN Jawa Timur-Bali, Wahyu Wibowo, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi akan dilakukan melalui metode bongkar-pasang struktur beton secara bertahap. Pengerjaan akan dilakukan secara bergantian pada sisi kiri dan kanan jembatan guna meminimalisasi dampak kemacetan di jalur nasional tersebut.
“Rehabilitasi dilakukan untuk penguatan konstruksi jembatan serta menjaga keselamatan dan kelayakan infrastruktur jalan nasional. Pengerjaan dilakukan secara bergantian dari sisi kiri dulu, setelah selesai baru pindah ke kanan,” ujar Wahyu, Minggu (21/6/2026).
Target Penyelesaian Satu Bulan
Proyek rehabilitasi ini mencakup pembongkaran lapisan aspal dan beton lama, pengecoran struktur baru, hingga pengaspalan kembali. Estimasi waktu pengerjaan proyek ini diproyeksikan memakan waktu maksimal satu bulan. Namun, pihak BBPJN menargetkan penyelesaian lebih cepat agar arus lalu lintas di jalur strategis tersebut dapat segera kembali normal.
Selama masa pengerjaan, pihak BBPJN terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi area proyek dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung.