PROBOLINGGO (Surau.ID) — MTs Sunan Kalijaga, Banyuanyar Tengah, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan outing class atau pembelajaran luar kelas di situs sejarah Candi Jabung, Kecamatan Paiton, Minggu (29/11/2026). Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan interaktif bagi para siswa, khususnya dalam mendalami sejarah peradaban Nusantara.
Sejak pagi, puluhan siswa tampak antusias memadati kawasan cagar budaya peninggalan masa Majapahit tersebut. Didampingi oleh dewan guru, para peserta didik mengamati relief, struktur bangunan, serta mendengarkan penjelasan mengenai latar belakang sejarah berdirinya Candi Jabung yang dibangun pada abad ke-14 Masehi.

Kepala MTs Sunan Kalijaga, Syafaat, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan outing class ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mentransformasikan metode pembelajaran agar tidak hanya berpusat di dalam ruang kelas.
Menurutnya, interaksi langsung dengan objek sejarah jauh lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan apresiasi terhadap warisan leluhur.
”Pembelajaran di luar kelas dengan mendatangi langsung situs sejarah seperti Candi Jabung ini sangat penting untuk membangun daya nalar kritis siswa,” ujarnya.
Ia menginginkan anak-anak tidak sekadar menghafal teori atau membaca narasi di buku teks, tetapi mampu merasakan, melihat, dan meresapi langsung jejak peradaban masa lalu yang ada di tanah kelahiran mereka sendiri.
Ia juga menambahkan, pengenalan sejarah lokal sejak dini menjadi fondasi krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang menghargai identitas budaya bangsanya.
“Dengan melihat kemegahan arsitektur Candi Jabung secara langsung, para siswa diharapkan terinspirasi untuk turut serta menjaga dan melestarikan kelestarian cagar budaya yang ada di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa juga dibekali buku catatan. Mereka diminta untuk mencatat temuan-temuan penting, mendiskusikan fungsi arsitektur candi bersama kelompoknya masing-masing, serta mempresentasikan hasil pengamatan tersebut secara sederhana di hadapan guru pendamping.
Melalui metode pembelajaran yang partisipatif ini, MTs Sunan Kalijaga berharap dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebudayaan yang luas serta kepedulian tinggi terhadap pelestarian sejarah bangsa.