Home / Artikel / Kesehatan / Tips

Senin, 18 Februari 2019 - 14:31 WIB

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet?

Dok. Photo (Ist)

Dok. Photo (Ist)

Surau.ID – Salah satu bagian tersulit dari diet adalah mempertahankan berat badan ideal yang telah tercapai. Tak jarang, setelah turun selama beberapa minggu, berat badan bisa kembali naik dalam waktu cepat. Penyebabnya bisa berasal dari laju metabolisme yang melambat seiring menurunnya berat badan.
Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara menghindarinya?
Mengapa turun berat badan dapat memelankan laju metabolisme?
Beberapa jenis diet ketat, khususnya yang menekankan pengurangan asupan kalori dan penurunan berat badan secara drastis, dapat menurunkan laju metabolisme tubuh. Metabolisme sendiri adalah proses tubuh mengolah zat gizi yang masuk menjadi sumber energi.
Saat mengalami penurunan berat badan, tubuh dipaksa untuk memecah cadangan energi yang terdapat di dalam otot sehingga massa otot menurun dan berat badan berkurang. Berat badan saling berhubungan dengan laju metabolisme. Akibat berat badan menurun, laju metabolisme pun menjadi lambat.
Selain itu, tubuh juga akan melakukan mekanisme perlindungan diri saat mengalami penurunan berat badan secara besar-besaran. Salah satunya adalah dengan menyampaikan sinyal lapar dari otak ke seluruh tubuh sehingga jumlah energi yang dibakar turut berkurang.
Cara meningkatkan laju metabolisme saat berat badan turun
Mengatur metabolisme memang tidaklah mudah, tapi Anda dapat menyiasatinya dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan banyaknya energi yang dibakar dari aktivitas fisik. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda coba.
Lakukan olahraga intensitas tinggi
Olahraga intensitas tinggi membantu meningkatkan metabolisme karena jenis olahraga ini melibatkan gerakan tubuh yang cepat dan intens. Tak hanya itu, olahraga intensitas tinggi juga dinilai lebih efektif untuk membakar lemak.
Lakukan kegiatan aerobik
Kegiatan aerobik merupakan salah satu cara paling efektif untuk membakar energi. Cobalah beberapa kegiatan aerobik seperti berjalan, berenang, atau bersepeda selama 30 menit. Lakukan selama 5 hari dalam seminggu, serta jangan lupa berikan jeda selama 10 menit dalam setiap kegiatan.
Lakukan olahraga kekuatan
Membangun massa otot akan membantu meningkatkan laju metabolisme. Guna memperoleh massa otot yang besar, kamu dapat melakukan olahraga yang melibatkan kekuatan otot dada, perut, pundak, dan kaki. Salah satu jenis olahraga yang bisa Anda lakukan adalah angkat beban.
Minum lebih banyak
Minum air putih, terutama air dingin, dapat membantu meningkatkan metabolisme dalam rentang waktu tertentu. Hal ini didukung oleh beberapa penelitian yang menemukan bahwa meminum 500 mL air dapat meningkatkan laju metabolisme sebanyak 10-30% selama satu jam.
Makan pedas dan minum teh
Beberapa jenis makanan dan minuman diyakini dapat meningkatkan laju metabolisme. Teh hijau dapat meningkatkan metabolisme hingga 4-5 persen, sementara teh oolong dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak hingga 10-17 persen.
Mengonsumsi kopi dan makanan pedas juga diyakini dapat meningkatkan metabolisme. Meski demikian, hal ini tidak begitu efektif dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Laju metabolisme berperan penting dalam menjaga berat badan tetap stabil. Meski metabolisme tidak dapat dikendalikan secara penuh, beragam tips di atas dapat membantu Anda menjaga metabolisme tidak turun saat tubuh kehilangan berat badan.
Dengan begitu, Anda tetap bisa menjalani diet secara efektif tanpa cemas berat badan akan kembali naik. (Hellosehat.com)

Baca Juga :  Neo Khawarij Kaum Milenial

Share :

Baca Juga

Kecantikan

Mau Tetap Sehat dan Kencang? Lakukan 7 Tips Merawat Kecantikan Kulit Wajah Ini
Seleksi Kompetensi Bidang

Berita

Hadapi Tes CPNS SKB, BKPSDM Sumenep Persiapkan Protokol Kesehatan

Artikel

Hati-hati bagi Ibu Hamil yang Suka Ngopi, Ini 3 Bahayanya

Artikel

Bahasa dan Sastra Madura: Upaya Menumbuhkan Karakter Berbasis Kearifan Lokal
Vaksin Sinovac

Berita

Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Pamekasan akan Dimulai Bulan Februari

Artikel

Ini yang Perlu Anda Ketahui Tentang Alergi Makanan

Artikel

Minum Es Kopi Lebih Menyehatkan Daripada Kopi Panas, Benarkah??
Posisi Tidur

Artikel

Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Menurut Medis dan Islam