Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
23 Juni 2026 | 07:00 WIB
Hiburan

Bukan Sekadar Bintang Muda, Yamal Dinilai Bisa Menyamai Messi

051807800 1782069676 Spain s Lamine Yamal2
Lamine Yamal, bintang muda Timnas Spanyol. (Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) — Pelatih Austria, Ralf Rangnick, menyebut Spanyol sebagai salah satu lawan yang tidak ingin dihadapi timnya pada fase gugur Piala Dunia 2026. Hal itu berkaitan dengan potensi pertemuan kedua tim di babak 32 besar turnamen tersebut.

Austria saat ini menempati posisi kedua Grup J dan kalah selisih gol dari Argentina. Tim yang lolos dari Grup J akan berhadapan dengan dua wakil Grup H yang untuk sementara dipimpin Spanyol dan Uruguay. Juara Grup J akan menghadapi runner-up Grup H, sementara runner-up Grup J akan bertemu juara Grup H.

Situasi tersebut membuka peluang Austria menghadapi Spanyol di babak 32 besar. Di atas kertas, Austria diprediksi finis sebagai runner-up Grup J, sedangkan Spanyol diperkirakan lolos sebagai pemuncak Grup H.

Kemungkinan bertemu Spanyol menjadi perhatian Austria. Rangnick menilai Spanyol merupakan salah satu kandidat juara, salah satunya karena memiliki Lamine Yamal dalam skuad mereka.

“Saya membayangkan kalau dia menjaga diri tetap sehat dan rendah hati, dia bisa mencapai level seperti Lionel Messi,” kata Rangnick, dikutip dari Mundo Deportivo.

Ia menilai, pemain berusia 18 tahun itu memiliki potensi besar untuk mencapai level tertinggi dalam sepakbola. Diketahui Yamal telah menjadi salah satu pemain kunci Spanyol dan turut berperan saat tim tersebut menjuarai Euro 2024.

“Ini juga salah satu negara yang sudah menorehkan sejarah di dunia sepakbola belakangan ini, dan juga punya Yamal, salah satu superstar sejati berikutnya,” jelasnya.

Yamal yang kini berusia 18 tahun tercatat telah mengalami lebih banyak cedera otot ringan dibanding Messi pada usia yang sama. Sementara itu, Messi yang kini mendekati usia 39 tahun dan telah menjalani karier hampir 22 tahun relatif jarang mengalami cedera serius.

Cedera terparah yang pernah dialami Messi adalah patah metatarsal pada 2006 yang membuatnya absen hampir tiga bulan. Selain itu, ia pernah mengalami masalah hamstring, cedera adductor, dan ligamen pergelangan kaki yang masing-masing membuatnya menepi sekitar dua bulan.

Secara jumlah maupun tingkat keparahan, catatan cedera tersebut tergolong minim mengingat Messi merupakan salah satu pemain yang paling sering menerima pelanggaran sepanjang kariernya.

Penulis: Khoirul Anam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id