LUMAJANG (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengambil langkah tegas dalam menjaga integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
Langkah ini diambil melalui penguatan pengawasan internal dan program edukasi yang lebih intensif di lingkungan birokrasi.
Upaya preventif ini mencuat setelah adanya temuan awal dari aparat penegak hukum terkait indikasi keterlibatan salah satu oknum ASN dalam penyalahgunaan narkotika.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi serta tindakan administratif guna memastikan kedisiplinan pegawai tetap terjaga sesuai aturan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan seluruh aparatur menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pengawasan dan pembinaan harus diperkuat,” tegasnya, Kamis (30/4/2026).
Menurut Bunda Indah sapaan akrabnya, sebagai bentuk keseriusan, Bupati telah menginstruksikan Inspektorat untuk menggelar pemeriksaan internal secara paralel.
“Proses ini difokuskan pada penertiban tata kelola kepegawaian sekaligus memberikan kepastian hukum dalam pembinaan personel,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Pemkab Lumajang juga mulai menggulirkan pemeriksaan kesehatan berkala bagi para pegawai sebagai bentuk deteksi dini. Pada tahap perdana, tercatat ratusan ASN telah mengikuti rangkaian tes tersebut.
“Kegiatan ini adalah upaya membangun lingkungan kerja yang sehat. Aparatur tidak hanya dituntut profesional, tetapi juga harus sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menekankan bahwa pendekatan edukatif merupakan kunci utama dalam membangun birokrasi yang bersih.
Menurutnya, ASN perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai risiko zat terlarang agar integritas mereka tetap kokoh.
“Langkah yang dilakukan tidak hanya pengawasan, tetapi juga pembinaan agar aparatur memiliki pemahaman utuh dalam menjaga integritas,” jelas Yudha.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar pencegahan ini bisa menjangkau seluruh lapisan perangkat daerah secara lebih efektif.
“Ke depan, program ini rencananya akan diperluas ke seluruh unit kerja dengan menyesuaikan skala prioritas dan ketersediaan anggaran,” ujarnya.
Dengan sinergi yang kuat, Pemkab Lumajang optimis dapat menciptakan lingkungan birokrasi yang sehat dan profesional demi pelayanan publik yang maksimal.