Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 September 2026 | 08:59 WIB
Daerah

Chusni Mubarok sebut Kehadiran Presiden Prabowo di Gontor Perkuat Harmoni Ulama dan Umara

IMG 20260922 WA0015

 

SURABAYA (Surau.ID) — Momen kehangatan antara Presiden Prabowo Subianto bersama pimpinan kiai dan santri dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9/2026) mendapat tanggapan positif. Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, H. Chusni Mubarok, S.H., M.M., M.H., menilai kehadiran kepala negara di ponpes tersebut menjadi penegasan kembali pentingnya harmoni antara ulama dan umara sebagai pilar stabilitas bangsa.

Chusni menyampaikan bahwa relasi antara pemimpin pemerintahan dan tokoh agama merupakan dua elemen sentral yang tidak terpisahkan dalam menjaga keseimbangan kehidupan berbangsa di Indonesia.

“Dalam tradisi kita, hubungan ulama dan umara itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ulama menjaga moral dan spiritualitas umat, umara menjalankan amanah mengelola negara. Ketika keduanya berjalan harmonis, saling menghormati dan saling menguatkan, di situlah bangsa ini menemukan stabilitasnya. Apa yang kita saksikan di Gontor kemarin adalah gambaran ideal dari relasi itu,” jelasnya.

Gestur Penghormatan pada Ilmu dan Ulama

Secara khusus, Chusni menyoroti tindakan Presiden Prabowo yang mencium mushaf Al-Qur’an hasil karya santri dan ustaz Gontor. 

Penulisan mushaf tersebut membutuhkan proses panjang selama hampir tiga tahun sejak 2023. Menurut Chusni, tindakan tersebut menunjukkan kerendahan hati seorang pemimpin di hadapan keteladanan ulama.

“Seorang pemimpin yang mencium mushaf hasil karya santrinya sendiri sedang menyampaikan pesan penting, bahwa kekuasaan itu harus tunduk pada nilai, bukan sebaliknya. Itulah esensi relasi ulama-umara yang sehat. Umara memegang kekuasaan, tapi kompasnya tetap pada bimbingan ulama,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk merangkul seluruh elemen elemen masyarakat, mulai dari ulama, TNI-Polri, akademisi, hingga kalangan akar rumput demi memperkuat konsolidasi nasional.

“Kunci dari pembangunan ini, kunci dari kemajuan bangsa ini, sesungguhnya sederhana: kerukunan dan persatuan, persatuan dan kerukunan. Itu yang harus terus kita rawat, pelan-pelan, pelan-pelan, sampai menjadi karakter bangsa,” katanya.

Dukungan Konkret bagi Pengembangan SDM

Harmoni tersebut tidak hanya tecermin dari dialog keagamaan, tetapi juga melalui peresmian fasilitas penunjang pendidikan. 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo turut meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor.

Chusni menilai langkah konkret ini menunjukkan kontribusi nyata pemerintah terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren.

“Relasi ulama-umara yang baik itu buktinya bukan hanya di panggung dan sambutan, tapi di kebijakan nyata. Peresmian fakultas kedokteran ini bukti bahwa kedekatan itu diterjemahkan menjadi kontribusi konkret bagi pengembangan sumber daya manusia dan umat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rangkaian Peringatan Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor berlangsung pada 18–20 September 2026 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. 

Acara puncak resepsi kesyukuran tersebut dihadiri lebih dari 8.000 tamu undangan, termasuk pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, pimpinan TNI-Polri, serta ribuan alumni dan santri dari berbagai wilayah.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id