PROBOLINGGO (Surau.ID) — Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat sinergi dengan Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan pengelolaan Education Management Information System (EMIS) di sejumlah kecamatan.
Pembinaan kali ini dilaksanakan di Madrasah Diniyah Miftahul Hasan, Kecamatan Tegalsiwalan, di Kediaman Ketua DPAC FKDT tegalsiwalan Ust Muhammad dan Madrasah Diniyah darul falah, sumber Dawe, Maron, di Kediaman Ustadz Anas Aminullah Ketua DPAC FKDT Kecamatan Maron (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, ketertiban administrasi, serta kualitas pemutakhiran data kelembagaan pendidikan keagamaan.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Gus Ahmad Ubaidillah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya penguatan kelembagaan Madrasah Diniyah melalui pemahaman terhadap konsep dan arah kebijakan Peraturan Daerah (Perda) dan peraturan Bupati (perbup).
Menurutnya, regulasi daerah menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat eksistensi, perlindungan, serta keberlanjutan pendidikan diniyah di tengah dinamika perkembangan pendidikan.
Madrasah diniyah, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan pemahaman keagamaan generasi.
“Karena itu, penguatan kelembagaan perlu didukung dengan pemahaman regulasi yang baik, termasuk konsep Perda yang berpihak pada pengembangan pendidikan diniyah,” ujarnya.
Sementara itu, materi teknis mengenai pengelolaan dan pemutakhiran data EMIS disampaikan oleh Operator PD Pontren, Sholahuddin.
Dalam pembinaannya, ia menekankan pentingnya validitas, kelengkapan, dan ketepatan waktu dalam penginputan data.
Menurutnya, data yang akurat bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan, pemetaan kondisi lembaga, serta perencanaan program pembinaan pendidikan keagamaan ke depan.
“Kualitas data sangat menentukan kualitas perencanaan. Oleh sebab itu, para pengelola lembaga harus memastikan data yang disampaikan melalui EMIS benar-benar sesuai dengan kondisi riil,” jelasnya.
Kegiatan pembinaan ini berlangsung secara interaktif. Para peserta memperoleh penjelasan sekaligus kesempatan berkonsultasi mengenai berbagai persoalan teknis yang dihadapi dalam pengelolaan EMIS di masing-masing lembaga.
DPC FKDT Kabupaten Probolinggo bersama Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus mengintensifkan pembinaan di sejumlah kecamatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas para pengelola TPQ dan Madrasah Diniyah, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola data pendidikan keagamaan yang tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara organisasi profesi dan pemerintah, pembinaan EMIS diharapkan tidak hanya menghasilkan administrasi yang lebih baik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan diniyah yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.