JAKARTA (Surau.ID) — Alexander Isak mendapatkan sambutan dingin saat kembali ke St. James’ Park bersama Liverpool. Penyerang asal Swedia itu terus mendapat cemoohan dari suporter Newcastle United ketika Liverpool bermain imbang 2-2 dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu, (23/6/2026).
Laga tersebut menjadi kunjungan pertama Isak ke markas Newcastle setelah meninggalkan klub tersebut dan bergabung dengan Liverpool pada musim panas sebelumnya. Ia dimainkan sebagai starter oleh manajer Liverpool, Andoni Iraola.
Suporter Newcastle masih mengingat proses kepergian Isak ke Liverpool. Sebelum transfer terealisasi pada hari terakhir bursa, Isak sempat tidak mengikuti latihan dan menolak bermain setelah mendorong klub untuk melepasnya.
Meski berada di bawah tekanan suporter tuan rumah, Isak tetap tampil selama 90 menit. Ia mencatat 29 sentuhan, melepaskan empat tembakan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang, serta menghasilkan satu umpan kunci.
Isak juga memiliki dua peluang bersih untuk mencetak gol, namun belum mampu mengonversinya menjadi gol. Performa tersebut tetap mendapat penilaian positif dari Iraola.
Iraola menilai Isak sudah mengetahui atmosfer yang kemungkinan akan diterimanya ketika kembali menghadapi mantan klub. Menurutnya, situasi tersebut tidak mengejutkan bagi sang penyerang.
“Saya kira dia sudah sedikit menduga akan mendapatkan atmosfer seperti itu. Saya kira itu tidak jadi kejutan besar buat dia,” jelas Iraola, dilansir dari Liverpool.
Ia juga menilai Isak berusaha memberikan kontribusi dalam permainan Liverpool, terutama ketika tim menguasai bola. Baginya sang pemain memiliki sejumlah kesempatan di kotak penalti meski belum mendapatkan peluang yang benar-benar ideal.
“Dia terus mendesak di dalam pertandingan tadi, berjuang, dan saya kira ini merupakan sebuah langkah bagus untuk Alex di pertandingan pertama,” tambahnya.
Hasil imbang 2-2 membuat Liverpool membawa pulang satu poin dari markas Newcastle. Bagi Isak, pertandingan ini menjadi awal dari rangkaian pertemuan dengan mantan klubnya setelah kepindahan kontroversial ke Liverpool.