PROBOLINGGO (Surau.ID) – Performa film horor-komedi Tiba-Tiba Setan terus menunjukkan tren positif di bioskop. Memasuki hari ketiga penayangan, film ini berhasil menambah 95.150 penonton, sehingga total akumulasi mencapai 275.273 penonton.
Capaian tersebut tidak hanya menunjukkan peningkatan signifikan, tetapi juga membawa film ini melampaui dua film Indonesia lainnya, yakni Uang Passolo yang meraih 261.651 penonton dan Pelangi di Mars dengan 234.398 penonton.
Lonjakan ini menegaskan bahwa Tiba-Tiba Setan menjadi salah satu tontonan favorit penonton saat ini. Perpaduan genre horor dan komedi ringan dinilai menjadi daya tarik utama yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Namun demikian, persaingan di box office masih berlangsung ketat. Film Ghost in the Cell yang dirilis pada periode yang sama justru mencatatkan perolehan lebih tinggi dengan lebih dari 560 ribu penonton dalam kurun waktu serupa.
Sementara itu, peta perfilman nasional 2026 masih dipimpin oleh Danur: The Last Chapter yang kokoh di posisi teratas dengan hampir 3,6 juta penonton. Posisi kedua ditempati Tunggu Aku Sukses Nanti yang mendekati angka 3 juta penonton.
Meski belum menembus jajaran teratas, capaian awal Tiba-Tiba Setan dinilai impresif dan membuka peluang besar untuk terus bertambah, terutama menjelang akhir pekan.
Film ini disutradarai oleh Etienne Caesar, yang sebelumnya dikenal melalui karya seperti AIU-EO: Macam Betool Aja! dan Pesugihan Sate Gagak. Dalam proyek terbarunya, ia kembali menggandeng komedian Oki Rengga dan Lolox sebagai pemeran utama.
Sinopsis Singkat
Tiba-Tiba Setan mengisahkan kakak beradik yang mendatangi sebuah hotel tua terbengkalai untuk mencari harta peninggalan ayah mereka. Salah satu dari mereka, Aldi (Tanta Ginting), merancang skenario dengan menyewa dua petugas hotel, Rambo (Oki Rengga) dan Bonar (Lolox), untuk berpura-pura menjadi hantu.
Namun, rencana tersebut berubah menjadi petaka setelah ritual jelangkung yang mereka lakukan tanpa sengaja membangkitkan arwah Narsih, sosok perempuan yang pernah dibunuh dan dikubur di hotel tersebut. Teror yang awalnya hanya rekayasa pun berubah menjadi ancaman nyata.
Film berdurasi 113 menit ini mengusung tema keserakahan, drama keluarga, serta unsur supranatural, dan kini tengah tayang di sejumlah jaringan bioskop nasional.