PROBOLINGGO (Surau.ID) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Samsur, mewajibkan seluruh pengelola Madrasah Diniyah (Madin) untuk memperkuat tata kelola lembaga melalui data yang akurat. Hal ini ditekankan dalam Bimbingan Teknis Education Management Information System (EMIS) dan sosialisasi Izin Operasional (IJOP) yang digelar DPC FKDT Kabupaten Probolinggo di PP Raudlatul Jannah, Gending, Rabu (6/5).
Samsur menyatakan bahwa penginputan data EMIS bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan fondasi utama agar Madin dapat mengakses berbagai kebijakan dan bantuan pemerintah.
Ia mengingatkan bahwa sistem EMIS memiliki batas waktu (cut off) yang ketat, sehingga kedisiplinan operator sangat menentukan nasib lembaga.
“EMIS tidak terbuka sepanjang waktu. Begitu ada instruksi resmi, segera kerjakan. Ini adalah bentuk komitmen kita dalam membangun sistem yang akuntabel dan tertib,” tegasnya.
Selain persoalan data digital, Samsur menyoroti pentingnya konsistensi administrasi manual. Ia berharap Madin tidak hanya sibuk melengkapi dokumen saat akan mencairkan bantuan seperti BOSDA, tetapi harus tertib secara berkelanjutan sebagai bagian dari standar kurikulum yang ada.

Menurutnya, dengan jumlah Madin yang sangat besar di Kabupaten Probolinggo, pengelolaan yang variatif namun tetap berada di koridor regulasi menjadi kunci eksistensi lembaga.
Terlebih, hadirnya Undang-Undang Pesantren dan rencana pembentukan Dirjen Pesantren menjadi sinyal kuat dukungan negara terhadap pendidikan keagamaan.
“Alhamdulillah, Presiden sudah menyetujui pembentukan Dirjen Pesantren. Ini penguatan besar bagi kita. Mari jadikan pengabdian ini sebagai upaya mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Anas, mengungkapkan bahwa Bimtek ini digelar untuk menjawab keresahan para pengelola Madin yang kerap mengalami kendala teknis saat mengisi aplikasi EMIS.
Senada dengan itu, Ketua FKDT Kabupaten Probolinggo, Kyai Ahmad Ubaidillah, berharap kegiatan ini menjadi titik awal perapian administrasi secara menyeluruh di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah agar lebih berkembang di masa depan.
“Hal ini sesuai dg nawacita kementrian agama dlm hal PD pontren, sebagai persiapan menyambut ditjen Pesantren, yg baru dibentuk oleh kementrian agama melalui Perpres terbaru tahun 2026,” ucapnya kepada Surau.ID melalui pesan WhatsApp.
Agenda ini turut dihadiri oleh Kasi PD Pontren, operator EMIS kabupaten, serta perwakilan pengelola Madin se-Kabupaten Probolinggo.