PROBOLINGGO (Surau.ID) – SMA Islam Nurur Riyadlah menjalani visitasi akreditasi oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Jawa Timur.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8-9 April 2026, di lokasi operasional sekolah di Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.
Dua asesor yang ditugaskan, Nur El Huda dan Ida Safiaturrahma, menilai sejumlah aspek penyelenggaraan pendidikan. Penilaian meliputi manajemen sekolah, proses pembelajaran, hingga kelengkapan sarana dan prasarana.
Kepala sekolah Ahmad Supaedi mengatakan visitasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu lembaga.
“Ini bukan sekadar penilaian, tetapi evaluasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan,” ujarnya.
Nur El Huda menilai sekolah menunjukkan kesiapan dalam menghadapi proses akreditasi. Ia menyebut komitmen tersebut terlihat dari kelengkapan administrasi dan pelaksanaan pembelajaran.
“Itu menjadi modal penting untuk peningkatan mutu ke depan,” katanya.
Ida Safiaturrahma menambahkan, visitasi tidak hanya berfokus pada penilaian, tetapi juga pendampingan


““Akreditasi bukan semata soal nilai, melainkan bagaimana sekolah menjaga dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam proses visitasi, tim asesor melakukan verifikasi dokumen, observasi kegiatan belajar mengajar, serta wawancara dengan guru, tenaga kependidikan, dan siswa.
Di sisi lain, pihak sekolah menyatakan tengah mengajukan perubahan administratif. Secara resmi, sekolah masih beralamat di Desa Alastengah, Kecamatan Paiton.
Namun, pengelola mengusulkan perubahan nama menjadi SMA Islam Al-Hasyimi sekaligus pemindahan alamat ke Desa Sumberan, sesuai lokasi operasional saat ini.
Pihak sekolah menyebut proses administratif tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar yang tetap berlangsung normal dan menjadi bagian dari objek penilaian dalam visitasi.
Seluruh siswa SMA Islam Nurur Riyadlah merupakan santri aktif di Pondok Pesantren Nurul Hasyimi yang diasuh oleh KH Hasan Fauzi Hasyim, yang masyhur dengan sebutan “Baginda”. Ia merupakan putra dari KH Moh. Hasyim Mino, pendiri Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalikajar Paiton.
Hasil akreditasi diharapkan dapat memperkuat komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing lembaga.