JAKARTA (Surau.ID) — Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Dallas Stadium, Rabu, (15/7/2026), dini hari WIB. Seusai pertandingan, legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic memberikan pujian tinggi kepada gelandang sekaligus kapten La Roja, Rodri, yang dinilainya memiliki peran vital dalam keberhasilan tim.
Dalam pertandingan tersebut, Spanyol membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama. Pedro Porro kemudian menggandakan keunggulan pada babak kedua lewat skema umpan satu-dua yang rapi. Porro juga dinobatkan sebagai Man of the Match atas penampilannya.
Meski demikian, Ibrahimovic menilai Rodri merupakan sosok yang paling berpengaruh di balik permainan Spanyol. Gelandang Manchester City itu disebut mampu mengendalikan ritme pertandingan sekaligus menjaga keseimbangan permainan tim sepanjang turnamen.
“Rodri sempat mengalami cedera lutut parah pada 2024, tapi dia berhasil bangkit. Dia bermain di Premier League, liga yang sangat kompetitif, dan mampu beradaptasi dengan baik bersama Timnas Spanyol,” ujar Ibrahimovic, dilansir dari Fox Sports.
Menurutnya, Rodri memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh setiap tim karena mampu membangun permainan sekaligus menghentikan serangan lawan.
“Dia mampu menyalakan api untuk timnya, namun juga bisa memadamkan api. Dia adalah pemain yang dibutuhkan setiap tim,” katanya.
Ibrahimovic juga menilai Rodri belum memperoleh pengakuan sebesar kontribusinya di lapangan. Ia mengingatkan bahwa gelandang berusia 30 tahun tersebut merupakan peraih Ballon d’Or dan layak disebut sebagai pemain kelas dunia.
“Rodri adalah pemain yang tidak banyak mendapat pengakuan karena pekerjaannya sering tidak terlihat. Namun ingat, dia memenangkan Ballon d’Or. Dia adalah pemain kelas dunia,” tegasnya.
Data Opta turut memperkuat penampilan impresif Rodri di Piala Dunia 2026. Hingga membawa Spanyol melaju ke final, ia telah mencatatkan 655 operan, menjadi pemain dengan jumlah umpan terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada edisi 1966.