Home / Artikel / Kesehatan / Tips

Kamis, 7 Maret 2019 - 07:37 WIB

Ini yang Perlu Anda Ketahui Tentang Alergi Makanan

Dok. Gambar (Ist)

Dok. Gambar (Ist)

Surau.ID – Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara abnormal terhadap sesuatu yang seseorang makan atau minum, ini dikenal sebagai alergi makanan. Anak-anak lebih mungkin untuk mengalami alergi makanan dibanding orang dewasa.

Alergi makanan dapat mempengaruhi kulit, saluran pencernaan, atau sistem pernapasan atau kardiovaskular. Banyak jenis makanan yang dapat menjadi alergen, tapi makanan tertentu jauh lebih mungkin daripada makanan yang lain untuk memicu reaksi alergi.

Ada delapan makanan yang bertanggung jawab untuk 90 persen dari alergi makanan, yaitu:

Susu sapi
Telur
Kacang kacangan
Ikan
Kerang-kerangan
Kacang pohon (seperti kacang mete atau kenari)
Gandum
Kedelai

Gejala alergi makanan

Gejala alergi makanan dapat berkisar dari ringan sampai berat, dan mungkin datang tiba-tiba atau berkembang selama beberapa jam.

Karena sistem kekebalan tubuh seseorang mungkin bereaksi terhadap jumlah yang sangat kecil dari alergen, alergi makanan sangat berbahaya dan berpotensi mengancam kehidupan, terutama jika mempengaruhi pernapasan. Karena itu, penderita asma memiliki peningkatan risiko untuk reaksi alergi yang fatal terhadap makanan.

Gejala ringan yang berkaitan dengan alergi makanan mungkin termasuk:

Bersin
Hidung tersumbat atau meler
Mata berair dan gatal
Pembengkakan
Ruam
Keram perut
Diare

Gejala yang parah dari reaksi alergi terhadap makanan adalah:

Kesulitan bernapas, termasuk mengi
Pembengkakan bibir, lidah atau tenggorokan
Gatal-gatal (ruam gatal, jerawat yang membesar)
Pusing atau pingsan
Mual atau muntah

Alergi susu

Alergi susu merupakan reaksi terhadap whey atau kasein, protein yang ditemukan dalam susu sapi. Kondisi ini tidak sama dengan intoleransi laktosa. Alergi susu telah dipelajari lebih banyak dari alergi makanan lainnya.

Baca Juga :  Inilah 5 Minuman Super yang Bisa Atasi Gejala DBD

Kabar buruknya adalah bahwa anak-anak dengan alergi susu jauh lebih mungkin untuk mengalami reaksi alergi terhadap makanan lainnya termasuk telur, kedelai, dan kacang tanah.

Sebagian besar anak-anak dengan alergi susu juga mengalami satu atau lebih penyakit atopik lain seperti asma, alergi rhinitis, atau eksim.
Alergi telur

Alergi telur paling sering terjadi pada anak-anak dan biasanya sembuh pada usia yang sangat muda. Namun beberapa orang mungkin tetap alergi terhadap telur untuk seumur hidup mereka.

Seseorang mungkin alergi terhadap protein tertentu baik dalam kuning telur ataupun putih telur. Seseorang dengan alergi terhadap kuning telur mungkin dapat mentolerir putih telur dan sebaliknya. Beberapa orang alergi terhadap keduanya.
Alergi kacang

Anak-anak dengan alergi kacang jarang sembuh dari sensitivitas mereka terhadap kacang, sehingga alergi kacang biasanya menjadi gangguan seumur hidup. Karena itu, alergi kacang sangat serius. Paparan disengaja dapat terjadi setiap saat selama hidup seseorang. Meskipun jarang, alergi kacang dapat menyebabkan syok anafilaktik. Kondisi ini adalah reaksi alergi parah yang dapat membatasi pernapasan atau menyebabkan serangan jantung. Anafilaksis memerlukan perhatian medis segera dalam bentuk suntikan epinefrin (EpiPen). Seorang pasien harus diawasi selama beberapa jam setelah suntikan untuk memastikan bahwa gejala tidak kembali.
Alergi umum lainnya

Baca Juga :  Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Pamekasan akan Dimulai Bulan Februari

Sedikit yang diketahui tentang alergi kedelai dan gandum daripada alergi yang lebih umum seperti yang dibahas di atas. Demikian juga, sedikit yang diketahui tentang alergi ikan, kerang, dan alergi kacang pohon kecuali bahwa, seperti alergi kacang, mereka umumnya merupakan gangguan seumur hidup.
Diagnosis

Alergi makanan biasanya didiagnosis tergantung pada parahnya gejala.

Jika gejala-gejala pasien ringan, dokter mungkin menyarankan untuk membuat buku harian makanan untuk mencatat semua makanan yang Anda makan atau minum untuk menentukan penyebabnya. Cara lain untuk mendiagnosis alergi makanan ringan dengan menghilangkan makanan tertentu dari diet dan kemudian perlahan-lahan mengonsumsi kembali makanan tersebut untuk mengetahui apakah gejala kamuh kembali.

Dalam kasus alergi yang lebih parah, tes kulit atau tes darah dapat mengidentifikasi alergi telur, susu, kacang, dan alergi kerang.
Pilihan pengobatan

Seperti jenis alergi lainnya, penghindaran alergen merupakan metode terbaik. Siapapun dengan alergi makanan harus berhati-hati saat membeli makanan di supermarket atau restoran untuk memastikan tidak ada alergen dalam makanan.

Gejala ringan mungkin tidak memerlukan perawatan sama sekali, atau antihistamin yang beredar di pasaran dapat digunakan untuk mengatasi gejala.

Untuk reaksi alergi yang lebih serius, dokter mungkin meresepkan obat steroid. Steroid mungkin memiliki efek samping yang serius dan tidak boleh digunakan untuk lebih dari beberapa hari pada suatu waktu. (Hellosehat.com)

 

Share :

Baca Juga

Berdebar-debar Menunggu Istri Melahirkan, Yuk Para Suami Baca Amalan dan Doa Ini

Amalan

Berdebar-debar Menunggu Istri Melahirkan, Yuk Para Suami Baca Amalan dan Doa Ini
Infografis Zonasi Sekolah 2019

Artikel

PPDB Zonasi: Upaya Pemerataan Pendidikan

Artikel

Saat Pilek, Berbahaya atau Tidak Makan- Makanan Pedas?
Buah yang Baik

Artikel

Viral, Berikut 15 Buah Rendah Gula yang Baik Membantu Turunkan Berat Badan
Bersyukur

Agama

Kenapa Kita Harus Bersyukur

Artikel

13 Cara Unik untuk Menghilangkan Stres

Artikel

Bingung Mengisi Hari Minggu, Lakukanlah 6 Hal Ini

Artikel

Jika terlalu Sering Makan Mie Bisa Picu Sembelit?