Home / Artikel / Kesehatan / Tips

Selasa, 5 Februari 2019 - 09:16 WIB

Inilah 5 Minuman Super yang Bisa Atasi Gejala DBD

Foto (Istimewa)

Foto (Istimewa)

 

Surau.ID – Di musim hujan ini, demam berdarah dengue (DBD) semakin mewabah. DBD memang belum ada obatnya. Satu yang dapat dilakukan adalah terapi guna membantu mengurangi gejalanya, misalnya dengan pemberian cairan. Berikut adalah sejumlah minuman yang bisa membantu meringankan gejala demam berdarah dengue.


Minuman yang membantu meringankan gejala demam berdarah dengue (DBD)Karena adanya kebocoran plasma darah, penting bagi pasien DBD untuk terus mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tidak jatuh ke dalam keadaan hipotensi atau syok. Perlu diketahui bahwa pemberian air putih saja tidak dianjurkan oleh WHO. Air putih tidak memiliki cukup kandungan elektrolit untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang bersamaan dengan kebocoran plasma. Lalu cairan apa saja yang disarankan oleh WHO?


Cairan isotonik

Minuman pertama yang disarankan oleh WHO untuk penderita demam dengue (DD) atau DBD adalah cairan isotonik. Minuman isotonik pada umumnya mengandung natrium atau sodium kurang lebih sebesar 200 mg/250 ml air.

Cairan isotonik merupakan cairan yang baik dikonsumsi oleh orang yang dehidrasi. Namun demikian, cairan isotonik ini kurang baik jika terlalu banyak dikonsumsi oleh orang yang tidak dalam keadaan dehidrasi oleh karena kadar gulanya yang tinggi.


Oralit

Selain cairan isotonik, pemberian cairan berelektrolit pada penderita DD atau DBD dapat diberikan melalui oralit. Ada 2 macam cairan oralit dengan komposisi yang berbeda menurut WHO dan UNICEF. Oralit lama mengandung osmolaritas yang lebih tinggi yakni 331 mmol/L, jika dibandingkan dengan oralit baru dengan osmolaritas 245 mmol/L. Untuk perbedaan kandungan elektrolit antara oralit lama dan baru adalah natrium oralit baru lebih rendah yakni 75 mEq/L, dibandingkan oralit lama 90 mEq/L. Untuk kandungan kalium masih sama antara oralit lama dan baru. Susunan oralit yang baru memiliki efek untuk mengurangi mual muntah hingga 30% jika dibandingkan oralit baru. Sehingga lebih disarankan untuk diberikan oralit yang baru dibandingkan dengan oralit yang lama. Selain oralit, pada toko-toko obat dapat pula dibeli cairan minuman pengganti elektrolit bermerk lain, dengan komposisi elektrolit yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Kalau Sedang Stres, Kenapa Saya Sering Sembelit ?


Susu

Selain minuman berelektrolit pada umumnya, WHO juga menyarankan pemberian susu sebagai cara meringankan gejala demam berdarah dengue (DBD), daripada pemberian air putih biasa. Susu mengandung elektrolit natrium 42 mg/100 gram, kalium 156 mg/100 gram, dan juga mengandung elektrolit lain seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc yang juga dibutuhkan untuk menjalankan semua fungsi tubuh.


Jus buah

Jus buah merupakan sumber elektrolit yang baik untuk tubuh. Beberapa buah yang mengandung tinggi kalium atau potasium; misalnya pisang, jeruk, kiwi, dan alpukat. Sedangkan buah yang mengandung tinggi natrium atau sodium adalah tomat. Dan masih banyak lagi buah-buahan yang mengandung banyak elektrolit, yang lebih baik untuk diberikan kepada penderita DBD daripada hanya sekedar air putih biasa.

Baca Juga :  Lockdown Saronggi, Dinkes Sumenep Klaim Lakukan Langkah yang Bisa Didukung Masyarakat


Air beras atau air barley

Pemberian cairan dengan air beras atau air barley untuk mengatasi gejala demam berdarah dengue (DD atau DBD) dapat dilakukan pada 3 hari pertama demam. Pada fase kritis, kebocoran plasma hanya berlangsung selama 2-3 hari. Setelah fase kritis tersebut, cairan plasma yang keluar ke kompartemen ketiga akan kembali masuk ke pembuluh darah.


Awas, jangan sembarangan memberikan cairan untuk penderita demam berdarah

Perlu diperhatikan adanya kemungkinan kelebihan cairan pada penderita DBD. Hal tersebut dapat terjadi baik karena terapi pemberian cairan yang berlebih, atau juga karena kembalinya cairan dari kompartemen ketiga ke pembuluh darah setelah fase kritis.

Tanda–tanda kelebihan cairan yang perlu diperhatikan adalah kelopak mata bengkak, perut bengkak, pernapasan cepat, dan/atau mungkin juga sulit bernapas. Pada kondisi ini, pemberian cairan perlu dihentikan sementara. Pasien perlu diawasi secara ketat dan mendapatkan penanganan oleh tenaga medis. (hellosehat.com)

Share :

Baca Juga

Artikel

Kopi Campur Susu bagi Tubuh Berbahayakah? Ini Penjelasannya

Artikel

Sehat Tidak Minum Kopi Sebelum Sarapan?

Artikel

Berikut 6 Penyebab Utama Hipertensi
Seleksi Kompetensi Bidang

Berita

Hadapi Tes CPNS SKB, BKPSDM Sumenep Persiapkan Protokol Kesehatan

Artikel

Kampus dan Dosen Wajib Menolong Mahasiswa Depresi Karena Skripsi
Posisi Tidur

Artikel

Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Menurut Medis dan Islam

Artikel

Pinggang Terasa Sakit Saat Menahan Kencing. Kenapa?

Kesehatan

Hadapi Musim Penghujan, Ini 8 Tips Pintar Menjaga Kesehatan