JEMBER (Surau.ID) – Tim mahasiswa Universitas Jember mengembangkan terapi berbasis koktail bakteriofag untuk menembus benteng pertahanan bakteri penyebab keracunan makanan di Jember pada Jumat (11/9/2026).
Riset melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 ini memanfaatkan virus alami untuk menguraikan biofilm pelindung bakteri yang kebal antibiotik.
Eksperimen difokuskan pada pengujian biofilm gabungan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus guna mengukur tingkat penghancuran matriks pelindung tersebut di laboratorium.
Solusi Fenomena Resistensi Antibiotik
Penelitian ini melatarbelakangi kekhawatiran atas tingginya resistensi obat, di mana koloni bakteri membentuk matriks ekstraseluler licin yang menghalangi penetrasi antibiotik konvensional ke pusat sel.
Melalui penggunaan bakteriofag yang menghasilkan enzim depolimerase, lapisan pelindung dapat diurai sehingga struktur biofilm melonggar dan bakteri patogen lebih mudah dieliminasi secara spesifik.
Potensi Penerapan Keamanan Pangan
Hasil pengujian mencatat penurunan biomassa biofilm hingga 48,2 persen dengan terapi fag tunggal, sementara penggunaan antibiotik tanpa fag terbukti tidak memberikan hasil signifikan.
“Dalam kehidupan nyata, bakteri jarang hidup sendirian. Mereka membentuk komunitas yang saling melindungi melalui biofilm,” ujar Felicia Ariella Neysa Subroto, Peneliti Tim PKM-RE UNEJ.
Inovasi ini diharapkan berkembang menjadi agen biologis pada rantai pangan guna menekan penggunaan antibiotik secara berlebihan.
Langkah riset lanjutan ini memicu harapan baru bagi terciptanya pengobatan infeksi yang lebih berkelanjutan, presisi, serta ampuh melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman keracunan pangan di masa depan.