JEMBER (Surau.ID) – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh SMPN 1 Pakusari melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos bernilai ekonomi tinggi pada Senin, 20 Juli 2026.
Langkah kreatif ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya sampah daun kering dan sisa organik di lingkungan sekolah. Daripada terbuang percuma, pihak sekolah menyulapnya menjadi pupuk organik berkualitas.
Program berwawasan lingkungan ini diintegrasikan langsung ke dalam kegiatan kokurikuler berbasis eco green. Setiap kelompok siswa diwajibkan mengolah sampah menggunakan ember besar melalui proses fermentasi selama dua hingga empat minggu.
Kokurikuler Berbasis Eco Green
Pembuatan pupuk kompos ini merupakan wujud nyata terobosan kurikulum sekolah dalam mengasah keterampilan serta kepedulian ekologis para siswa sejak dini.
“Latar belakangnya karena di sekolah kami ini sampah organiknya cukup banyak, terutama daun-daun kering. Daripada terbuang sia-sia, kami manfaatkan untuk diolah bersama sampah organik dan sekam,” ujar Siti Aisyah, Waka Kurikulum SMPN 1 Pakusari.
Pupuk hasil racikan para siswa terbukti membuat tanaman hias dan obat keluarga tumbuh lebih subur, lebat, serta segar dibanding tanpa pemupukan organik.
Mengasah Jiwa Kewirausahaan Siswa
Produk pupuk kompos hasil karya siswa ini tidak hanya digunakan untuk menyuburkan area sekolah, tetapi juga mulai dipasarkan kepada masyarakat umum dengan harga terjangkau mulai dari Rp15 ribu per kemasan.
“Berikutnya kami juga berencana memproduksi eco enzyme dari limbah sampah, hingga memadukannya dengan budidaya lele, jadi kreativitas dan rasa peduli ini mampu mengubah limbah menjadi berkah yang bernilai tinggi,” jelas Kukuh Prasetyo, Kepala SMPN 1 Pakusari.
Inovasi berkelanjutan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan mandiri bagi para pelajar, sekaligus menjadikan sekolah sebagai pelopor pelestarian lingkungan yang inspiratif bagi masyarakat luas.