Home / Artikel / Budaya

Selasa, 8 Januari 2019 - 09:52 WIB

Karapan Sapi, Budaya Warisan Madura

Karapan Sapi. (Foto Ist/1001 Indonesia)

Karapan Sapi. (Foto Ist/1001 Indonesia)

Madura terkenal dengan salah satu budayanya, yaitu Karapan Sapi. Mirip dengan pacuan kuda, tetapi menggunakan sapi.

Bukan Sekadar Perlombaan
Karapan sapi adalah perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Perlombaan ini berlangsung dari bulan Agustus sampai September. Setelah itu, final akan diadakan akhir bulan September sampai awal Oktober. Bukan hanya lomba, Karapan Sapi juga merupakan ajang pesta rakyat dan tradisi yang bisa mengangkat status sosial seseorang. Tradisi ini telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Sebagai Ungkapan Rasa Gembira
Tradisi ini bermula karena tanah Madura kurang subur untuk lahan pertanian. Lalu seorang ulama, Syeh Ahmad Baidawi, mengenalkan cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang ditarik dua ekor sapi. Cara ini berhasil membuat tanah menjadi subur dan bisa ditanami padi. Hasil panen menjadi berlimpah. Sebagai ungkapan kegembiraan atas hasil panen yang melimpah, Syeh Ahmad Baidawi mengajak warga di desanya untuk mengadakan balapan sapi. Area tanah sawah yang sudah dipanen dimanfaatkan menjadi arenanya. Akhirnya, tradisi balapan sapi ini yang sampai sekarang terus berkembang dan dijaga kelestariannya.

Baca Juga :  Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Menurut Medis dan Islam

Hanya Berlangsung Sebentar
Pada perlombaan Karapan Sapi, sepasang sapi akan menarik semacam kereta yang terbuat dari kayu. Kereta ini adalah tempat untuk pengendara atau biasa disebut joki. Joki bertugas mengendalikan pasangan sapi tersebut. Tetapi joki ini tidak duduk lo, melainkan berdiri. Sepasang sapi tersebut dipacu untuk adu cepat dengan pasangan-pasangan sapi yang lain. Lintasan pacuan Karapan Sapi biasanya sekitar 100 meter. Lomba ini berlangsung hanya sekitar sepuluh detik sampai satu menit.

Baca Juga :  Tari Muang Sangkal, Seni Mengusir Malapetaka dari Sumenep

Sapi Harus Dirawat
Ternyata untuk mengikuti Karapan Sapi tidak mudah. Sapi yang digunakan untuk perlombaan harus dilatih dan dirawat. Tubuh sepasang sapi harus dibentuk. Sapi-sapi itu juga harus sehat dan kuat. Biaya yang dikeluarkan untuk makanan maupun pemeliharaan lainnya juga tidak sedikit. Sapi-sapi ini diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari. Jika menjelang hari perlombaan, porsi yang diberikan menjadi lebih banyak.

Sumber: Bobo.id

Share :

Baca Juga

Artikel

3 Khasiat Beras Merah dari Cina

Artikel

Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet?
Komitmen

Artikel

Memahami Makna Komitmen dan Pacaran
Dakwah

Agama

Dakwah Hari Ini Tak Mencerminkan Dakwah Zaman Dulu

Artikel

Kalau Sedang Stres, Kenapa Saya Sering Sembelit ?

Artikel

Minum Es Kopi Lebih Menyehatkan Daripada Kopi Panas, Benarkah??

Artikel

Model Literasi yang Bermanfaat untuk Indonesia: Bukan Sekadar Melek Huruf
Infografis Zonasi Sekolah 2019

Artikel

PPDB Zonasi: Upaya Pemerataan Pendidikan