PROBOLINGGO (Surau.ID) – Akibat aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan, gedung kantor Majlis Mifjan di Pondok Pesantren Miftahul Janah, Probolinggo, hangus terbakar pada Minggu siang (19/7) dengan kerugian mencapai Rp 100 juta.
Api yang diduga berasal dari area luar pesantren merambat cepat ke bangunan kantor. Kondisi angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api meluas hingga melalap bagian atap.
Para santri sempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan air sungai di dekat lokasi kejadian. Mereka juga sigap mengevakuasi sejumlah barang dari dalam gedung sebelum bantuan damkar tiba.
Respons Cepat Pemadaman Kebakaran
Merespons laporan yang diterima pukul 12.05, petugas Damkar Kabupaten Probolinggo mengerahkan tiga armada dari Pos Dringu dan Kraksaan. Proses pemadaman berlangsung intensif hingga api berhasil dikuasai sepenuhnya pada pukul 14.00.
Meskipun atap bangunan sisi timur sempat runtuh, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena gedung sedang dalam keadaan kosong. Ruangan tersebut diketahui berfungsi sebagai gudang penyimpanan barang-barang inventaris pesantren.
Langkah Evaluasi Keamanan Lingkungan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan area pembakaran sampah. “Diduga ada aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa dipastikan benar-benar padam, sehingga api membesar dan merambat,” ujar Sholihudin Al Ayubi, Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo.
Kejadian ini memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di lingkungan pendidikan dan pemukiman. Sinergi antara santri dan petugas pemadam dalam situasi darurat menunjukkan ketangkasan warga dalam meminimalisir dampak kerusakan yang lebih luas.