Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
09 Juni 2026 | 10:02 WIB
Daerah

Ketua Lesbumi NU Jatim: Tanamkan Nilai Perjuangan pada Gen Z

Gemini Generated Image kivptkkivptkkivp 1024x584
Ketua Lesbumi NU Jatim Ajak Gen Z Kenali Sejarah (Foto: Surau.ID/Ist).

 

SURABAYA (Surau.ID) – Perjuangan para ulama dan kiai pesantren dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan fakta sejarah yang tak terbantahkan, mulai dari masa pergerakan sebelum berdirinya NU hingga era Revolusi Nasional. Sayangnya, narasi sejarah tersebut kini sering kali terabaikan dalam diskursus publik. Bahkan, banyak di antara Generasi Z (Gen Z) yang belum mengenal secara utuh peran besar kiai dan pesantren dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur, Riadi Ngasiran, saat memberikan pemaparan di hadapan 41 mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN KH Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Sabtu (6/6/2026). Dalam forum yang berlangsung intens tersebut, Riadi menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda agar mereka memiliki pijakan identitas yang kuat di tengah arus modernisasi.

Meneladani Pesan Pendiri NU

Dalam kesempatan tersebut, Riadi mengingatkan kembali peran sentral KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU. Ia secara khusus menyoroti pentingnya memahami Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama yang memuat prinsip-prinsip mendasar tentang persatuan. Beliau mengutip pesan Kiai Hasyim Asy’ari mengenai pentingnya sikap saling tolong-menolong dan menjaga jamaah atau persatuan.

“Berpisah dari jamaah (persatuan), merupakan pintu masuk bagi setan-setan untuk memangsanya sebagaimana serigala yang memangsa kambing yang terpisah dari rombongan,” kutip Riadi. Nilai inilah yang menurutnya harus diresapi oleh Gen Z, bahwa kekuatan bangsa terletak pada persatuan, dan perpecahan hanyalah akan merugikan diri sendiri serta bangsa secara keseluruhan.

Peran NU dalam Diplomasi Global dan Antikolonialisme

Lebih lanjut, Riadi menjelaskan jejak historis NU dalam gerakan antikolonialisme sejak zaman Hindia Belanda hingga masa kemerdekaan. Ia memaparkan bahwa NU tidak hanya berjuang melalui jalur domestik, tetapi juga aktif dalam diplomasi global. Beberapa momentum penting yang disebutkan antara lain pembentukan Komite Hijaz, diplomasi di zaman Jepang, hingga Konferensi Islam Asia Afrika tahun 1965 yang digagas oleh tokoh-tokoh besar NU seperti KH Achmad Sjaichu dan KH Idham Chalid.

Memasuki era kontemporer, Riadi juga menyoroti peran strategis NU dalam menolak radikalisme dan terorisme. Di bawah kepemimpinan KH Hasyim Muzadi, NU telah mempelopori gerakan Islam anti-kekerasan melalui International Conference of Islamic Scholars (ICIS) pada periode 2009 hingga 2014. Melalui dialog lintas mazhab dan cendekiawan dunia, NU berhasil menegaskan posisinya sebagai pengusung Islam yang moderat, damai, dan rahmat bagi semesta alam. Pemahaman komprehensif terhadap sejarah panjang ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi generasi muda untuk melangkah dengan percaya diri serta menjaga martabat bangsa di mata dunia.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id