JAKARTA (Surau.ID) — Timnas Jerman menegaskan tidak akan menjadikan Timnas Argentina sebagai acuan dalam membangun kembali performa tim di bawah pelatih anyar Juergen Klopp. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Rudi Voeller, setelah Die Mannschaft mengalami periode sulit yang berujung pada pergantian pelatih usai Piala Dunia 2026.
Jerman tengah berupaya bangkit setelah tersingkir pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 akibat kalah dari Paraguay. Hasil itu memperpanjang catatan buruk Die Mannschaft setelah sebelumnya gagal melewati fase grup pada edisi 2018 dan 2022.
Situasi tersebut mendorong DFB menunjuk Juergen Klopp sebagai pengganti Julian Nagelsmann. Klopp dipercaya mampu mengembalikan daya saing Jerman berkat filosofi permainan gegenpressing yang sukses diterapkannya di level klub.
Di tengah proses pembenahan, muncul pandangan yang menyebut Argentina layak dijadikan contoh setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2022 dan kembali mencapai final pada edisi 2026. Namun, Voeller menilai Jerman tidak perlu mengikuti gaya bermain Albiceleste.
“Jerman harus bertahan lebih baik. Banyak yang menjadikan Argentina sebagai contoh. Tapi, saya rasa itu contoh yang buruk. Tiba-tiba saja Argentina jadi panutan dalam bermain. Ini diskusi yang tidak ada gunanya,” kata Voeller, dikutip dari Tribuna.
Voeller menegaskan identitas permainan Jerman harus dibangun berdasarkan karakter sendiri, bukan meniru negara lain.
“Saya tidak perlu tim bermain seperti Argentina. Bukan soal gaya bermain,” lanjutnya.
Menurutnya, keberhasilan Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 dan menembus final pada edisi 2026 tidak menjadi alasan bagi Jerman untuk mengubah identitas sepak bolanya.
“Mereka memang sempat jadi juara Piala Dunia, dan lolos ke final lagi di edisi terakhir. Tapi saya tidak paham mengapa banyak orang memuji tim ini,” pungkasnya.