PROBOLINGGO (Surau.ID) – Communiverse Renaissance 2026 sukses menghadirkan Sharing Session Prodi KPI se-Jawa Timur di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid, Kamis (30/7/2026).
Agenda strategis ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, kaprodi, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Islam terkemuka di wilayah Jawa Timur. Kehadiran para delegasi dari berbagai daerah ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan penyiaran Islam yang lebih solid, progresif, dan berdaya saing global.
Pertemuan penting tersebut bertujuan mempererat jejaring antarkampus sekaligus merumuskan langkah taktis dalam menghadapi tantangan era transformasi digital. Diskusi interaktif yang terbangun dalam sesi tersebut berhasil membedah berbagai strategi pengembangan kurikulum penyiaran serta praktik dakwah kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Penguatan Jejaring Akademik
Forum kolaboratif ini menjadi momentum kebangkitan bersama untuk menghidupkan kembali Forum Komunikasi Nasional KPI agar lebih progresif dan solutif. Melalui wadah komunikasi yang aktif, seluruh program studi diharapkan mampu saling menopang dalam memperluas akses kolaborasi riset, pertukaran gagasan kreatif, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Evaluasi pelaksanaan kegiatan juga dilakukan secara terbuka guna memastikan kualitas penyelenggaraan pada masa mendatang jauh lebih besar dan berdampak luas. Berbagai catatan konstruktif dari para peserta akan dijadikan pedoman utama untuk menyempurnakan rangkaian acara serupa agar senantiasa memberikan manfaat maksimal.
Transformasi Dakwah Digital
Dekan FAI UNUJA, Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I., menegaskan bahwa dakwah harus senantiasa relevan dengan penguasaan media penyiaran, jurnalistik, dan platform digital terkini. Penguatan kompetensi mahasiswa di bidang media penyiaran modern menjadi kunci utama agar pesan-pesan kebaikan dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi serta memperkuat peran Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam menjawab tantangan dakwah digital,” ujar Zakiyah Romadlany, M.Sos., Ketua Program Studi KPI UNUJA.
Sinergi lintas kampus ini membuktikan komitmen nyata dunia akademik dalam mencetak generasi penyiar Islam yang adaptif, inovatif, dan berintegritas tinggi demi kemaslahatan umat.