Home / Puisi / Sastra

Minggu, 6 Januari 2019 - 00:27 WIB

Laut Membawamu Pergi

Ilustrasi. (Foto by Helmy Khan)

Ilustrasi. (Foto by Helmy Khan)

Oleh: Helmy Khan*

Tiada kabar selepas tanganmu mengayam laut
Apalagi kado spesial tangkapan keringatmu
Kopi hangat nasi lemak dan jala
Aku sisipkan di pangkuan doa
Harap-harap cemas menikamku
Sekadar menuang segala kesah kepergianmu
Kemenyan sesajen dan kembang
Anak-anakmu terlelap dalam doa
Tangan-tangan mereka membuka
Setiap lembar kepulanganmu
Sementara itu pada tubuhmu nafkah mereka terpenuhi
Keringat letih dan suara parau tulang rusukmu
Semakin melejit mendendangkan Burdah
Mengangkis sepersekian nasi dari segaramu.

Baca Juga :  Perempuan yang Memecut Punggung Lelaki

*Moh. Helmi, Mahasiswa STIT Al Karimiyyah Beraji, Gapura. Tinggal di Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Baca Juga :  Polisi, Politik, Poligami

Share :

Baca Juga

Puisi

Tentang Senja dan Sehabis Itu
Poligami-iStock

Puisi

Polisi, Politik, Poligami

Puisi

Air Jatuh

Puisi

Tanah Jimat
Pergi

Puisi

Aku Pergi

Puisi

Rato
Rindu

Cerpen

Perihal Rindu

Puisi

Pusar Laut