PROBOLINGGO (Surau.ID) — Lora Berkhidmat Untuk Probolinggo (LBP) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo pada Rabu malam (9/9/2026). Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Hilman Zidni Romzy menyampaikan bahwa bulan Rabiulawal merupakan momentum istimewa atas lahirnya sosok paling mulia di muka bumi, yang menjadi alasan Allah SWT menciptakan alam semesta.
“Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin sebelum subuh, 12 Rabiulawal. Peristiwa bersejarah inilah yang menjadi dasar utama kita menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi,” ujar Ra Hilman sapaan akrabnya.
Ia menceritakan kembali rekam jejak sejarah sang Rasul. Nabi Muhammad SAW lahir dari seorang ayah bernama Sayyid Abdullah, seorang pedagang dari Yastrib yang kini dikenal sebagai Madinah yang memiliki pengalaman luas dalam berniaga. Namun, saat Nabi masih berada di dalam kandungan, Sayyid Abdullah wafat di Yastrib.
Ra Hilman menambahkan, Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan sudah terkhitan serta bercelak.
“Cobaan hidup beliau berlanjut ketika sang ibu wafat saat beliau baru menginjak usia enam tahun,” ucapnyanya.
Di hadapan para LBP, Ra Hilman menegaskan pentingnya esensi utama dari peringatan Maulid Nabi.
Menurutnya, majelis maulid bertujuan untuk memperkuat rasa cinta (mahabbah) umat kepada Rasulullah SAW.
“Ketika kalian hadir di peringatan bulan Maulid, sudah pasti yang diceritakan adalah kisah Nabi Muhammad. Peringatan ini hadir untuk memperkuat rasa cinta kita kepada beliau,” ungkapnya.
Ia juga menyayangkan jika masih ada pihak yang enggan atau tidak menyukai Rasulullah SAW. Padahal, Allah SWT telah menganugerahkan banyak mukjizat nyata kepada beliau, salah satunya keajaiban membelah bulan.
Mengakhiri ceramahnya, Hilman mengajak seluruh masyarakat Probolinggo untuk tidak ragu dan tidak malu dalam mempraktikkan akhlak Rasulullah SAW di kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi sosial maupun bermasyarakat.