JAKARTA (Surau.ID) — Kylian Mbappe mengungkapkan keinginannya mendedikasikan Ballon d’Or 2026 untuk Afrika jika berhasil memenangkan penghargaan tersebut. Bintang Real Madrid itu memiliki hubungan erat dengan Afrika melalui latar belakang keluarganya dari Kamerun dan Aljazair.
Mbappe merupakan salah satu kandidat dalam perebutan Ballon d’Or 2026. Penyerang sekaligus kapten Timnas Prancis itu berharap kesempatan kali ini dapat berakhir dengan trofi individu pertamanya.
“Perasaan itu tidak pernah berubah. Saya selalu merasa dicintai setiap kali menginjakkan kaki di Afrika. Sebagai seseorang yang memiliki darah Afrika, saya sangat bangga melihat orang-orang mengaitkan nama saya dengan penghargaan ini,” tutur Mbappe kepada RFI.
Mbappe memiliki ayah yang berasal dari Kamerun, sementara ibunya merupakan keturunan Aljazair. Latar belakang tersebut membuat Afrika memiliki tempat khusus bagi pemain berusia 27 tahun itu.
“Terima kasih untuk semuanya, dan saya berharap dapat membawa pulang Ballon d’Or sehingga, dengan satu atau lain cara, saya dapat mendedikasikan penghargaan ini untuk Afrika,” lanjutnya.
Peluang Mbappe pada Ballon d’Or 2026 hadir setelah ia belum mampu menembus tiga besar dalam dua edisi sebelumnya. Pada Ballon d’Or 2025, ia menempati posisi ketujuh. Penghargaan saat itu diraih Ousmane Dembele.
Setahun sebelumnya, Mbappe juga belum masuk tiga besar. Ia berada di peringkat keenam dalam pemungutan suara Ballon d’Or 2024, sementara trofi tersebut menjadi milik Rodri.
Pada musim ini, Mbappe kembali menjadi perhatian berkat kontribusi golnya bersama Real Madrid dan Timnas Prancis. Meski belum membawa kedua tim meraih gelar juara, catatan golnya menjadi salah satu modal dalam persaingan Ballon d’Or 2026.
Kini, Mbappe menunggu hasil pemungutan suara Ballon d’Or 2026. Jika keluar sebagai pemenang, penghargaan itu ingin ia persembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada akar keluarganya di Afrika.