Home / Artikel / Hubungan

Kamis, 5 September 2019 - 15:51 WIB

Memahami Makna Komitmen dan Pacaran

Komitmen. (Foto IST/Pexels)

Komitmen. (Foto IST/Pexels)

Oleh: Rosi*

Dalam pandangan masyarakat modernis, kata komitmen dan pacaran takkan pernah hilang dari kamus mereka, utamanya bagi para penikmat dunia hati (bahasa kerennya)🤣. Sehingga, antara kata keduanya (Komitmen dan Pacaran) sering mereka sebut-sebut dalam setiap perjalanan hati mereka.

Akan tetapi, kali ini penulis bakal membahas arti dari kedua kata itu. Sebab dari anlisis penulis ditambah dengan survei, nyatanya mereka tidak bisa membedakan antara arti keduanya dan persamaan maknanya.

Nah, intinya demikian, sebelum melontarkan kata-kata, maknanya harus kita wajib mengetahuinya terlebih dahulu agar sesuai dengan apa yang kalian harapkan, Guys. Hihi.

Komitmen
Dalam pandangan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komitmen diartikan sebagai wujud perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu kontrak. Jika ditarik kedalam ranah hati, pada intinya adalah melakukan sebuah perjanjian untuk berjuang bersama, saling melengkapi.

Pengertian tersebut tak jauh beda dengan pendapat yang dilansir dari www.istilaharti.blogspot.com. Dalam situs ini disebutkan bahwasanya komitmen adalah janji. Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.

Baca Juga :  Meski Menyegarkan, Jus Jeruk Terlalu Sering Itu Bahaya!

Sikap komitmen bakal terus mendorong rasa percaya diri pada pelakunya, memunculkan semangat dalam dirinya. Terutama, semangat untuk terus bersama dan bersatu bersama pasangan dikemudian hari (ah, sungguh romantis bukan?).

Pacaran
Sedang arti pacaran dalam Wikipedia merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan bekeluarga yang dikenal dengan pernikahan (ingat, pernikahan ya, Guys, bukan untuk main-main) 😁. Sedangkan pada realitasnya, pacaran sering diarti-artikan sebagai proses main-main saja, itu yang terjadi pada kaum dewasa kita.

Tentu, untuk mewujudkan kepercayaan dari kebanyakan penikmat dunia hati terasa sangat sulit, kecuali ada rasa mewajibkan diri sendiri (paling efektif dimulai dari diri sendiri), untuk tidak bermain main lagi saat pacaran. Atau dalam bahasa kerennya “berpacaran untuk beribadah pada Ilahi”. Tentu harus cepat-cepat dinikahi, biar cepat beribadah ya Guys. 😀

Baca Juga :  Dakwah Hari Ini Tak Mencerminkan Dakwah Zaman Dulu

Kesimpulannya, sih, antara Komitmen dan Pacaran tak jauh beda jika dilihat dari perspektif maknanya. Yakni, sama-sama menjalin hubungan dan tidak ada satupun dari maknanya yang menjerumuskan kepada hal yang buruk ya.

Namun, setidaknya yang harus kalian pertahankan dan diingat bahwa antara keduanya mudah sekali untuk diucapkan, akan tetapi sukar untuk dilaksanakan dan diimplementasikan. Tetapi yang terpenting terus bersikap positif (berkomitmen dan pacaran) dengan penuh tanggung jawab ya. Sebab dengan itulah seseorang bakal mempunyai keteguhan jiwa, stabilitas sosial tinggi, toleransi, mampu bertahan pada masa sulit, dan tidak mudah terprovokasi. Semoga bermanfaat.

* Redaktur Surau.ID. Mahasiswa Semester III STIT Al Karimiyyah Beraji, Gapura, Sumenep. Aktivis LPM Dialektika.

Share :

Baca Juga

Artikel

Pentingnya Pendidikan Moral pada Dunia Pendidikan “Zaman Now”
Neo Khawarij

Agama

Neo Khawarij Kaum Milenial
Posisi Tidur

Artikel

Posisi Tidur yang Baik untuk Kesehatan Menurut Medis dan Islam

Artikel

Inilah 5 Minuman Super yang Bisa Atasi Gejala DBD

Artikel

Karapan Sapi, Budaya Warisan Madura

Artikel

Ini 9 Menu untuk Diet yang Bisa Anda Coba

Artikel

Kalau Sedang Stres, Kenapa Saya Sering Sembelit ?

Artikel

Model Literasi yang Bermanfaat untuk Indonesia: Bukan Sekadar Melek Huruf