KEDIRI (Surau.ID) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa perempuan memainkan peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sebagai fondasi utama kedaulatan pangan nasional. Ia menyampaikan hal itu saat meninjau Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan di Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur.
Menteri PPPA mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun kemandirian pangan dari tingkat desa dan kelurahan. Ia menilai gerakan perempuan di Kelurahan Ketami menjadi contoh konkret penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
“Kedaulatan pangan merupakan pondasi terpenting bagi sebuah negara. Karena itu, kita harus berkolaborasi agar setiap desa maupun kelurahan mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. Apa yang dilakukan perempuan-perempuan di Kelurahan Ketami ini merupakan langkah nyata memperkuat ketahanan masyarakat dari lingkungannya sendiri,” ujar Menteri PPPA.
Ia juga mengapresiasi inisiatif perempuan Kelurahan Ketami yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya pangan, mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian, serta memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, langkah tersebut mempercepat kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
“Apa yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) ini memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar, mereka memperkuat ketahanan pangan keluarga,meningkatkan kesejahteraan sekaligus membangun kesadaran bersama agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari lingkungan sendiri,” tambah Menteri PPPA.
Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Sosial
Menteri PPPA menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menilai keluarga yang kuat secara ekonomi dan sosial mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat ketahanan pangan lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Ia juga menyoroti penurunan angka kemiskinan di Kota Kediri sebagai hasil nyata program pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.
“Perempuan berada di garda terdepan dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, serta mengembangkan kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota Kediri.
Ia menambahkan bahwa penurunan angka kemiskinan menunjukkan keberhasilan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Ketua TP PKK Kelurahan Ketami, Sri Winaryi, menjelaskan bahwa KWT Flamboyan yang berdiri sejak 2012 terus berkembang sebagai ruang pemberdayaan perempuan dalam sektor pangan dan ekonomi keluarga.
Gerakan KWT Perkuat Ekonomi Lokal
Ia menyebut KWT Flamboyan turut berkontribusi pada capaian Kelurahan Ketami yang meraih Juara II Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2013.
“Kelurahan Ketami berhasil meraih juara dua tingkat Provinsi Jawa Timur. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan di wilayah kami,” ujar Sri Winaryi.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Kelurahan Ketami mengembangkan budidaya sayuran, peternakan, perikanan, serta UMKM berbasis pangan lokal untuk memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan.
Kementerian PPPA menilai praktik baik di Kelurahan Ketami sebagai contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mencegah persoalan sosial. Model pemberdayaan ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain sebagai strategi ketahanan pangan berbasis komunitas.