JAKARTA (Surau.ID) — Jose Mourinho menegaskan dirinya tidak merasa memiliki utang kepada Real Madrid untuk mempersembahkan trofi Liga Champions pada periode keduanya menangani klub. Ia menilai apa yang terjadi saat masa kepelatihannya pada 2010-2013 merupakan bagian dari periode berbeda dengan tugasnya saat ini.
Mourinho pernah memimpin Real Madrid dari 2010 hingga 2013. Pada periode tersebut, ia berhasil membawa Los Blancos meraih LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, langkah Madrid di Liga Champions selalu terhenti pada babak semifinal.
Kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu kemudian memunculkan ekspektasi agar Madrid kembali meraih gelar Liga Champions. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan pencapaiannya pada periode pertama tidak menjadi beban untuk pekerjaannya sekarang.
“Tidak, itu dua periode yang berbeda. Ketika saya pergi pada 2013, kami memenangkan apa yang kami menangkan dan kehilangan apa yang kami lewatkan. Kami sudah memberikan segalanya,” katanya.
Mourinho menambahkan, tanggung jawabnya saat ini tidak berkaitan dengan apa yang terjadi lebih dari satu dekade lalu. Menurut Mourinho, fokusnya adalah menjalankan tugas pada periode keduanya bersama Madrid.
“Apa yang perlu saya lakukan sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu,” tegasnya, dikutip dari Reuters.
Mourinho juga mengingatkan perbedaan kondisi Real Madrid ketika pertama kali datang pada 2010 dengan situasi klub saat ini. Ketika itu, Madrid bahkan belum mampu mencapai perempat final Liga Champions dan sudah lama tidak menembus semifinal.
Kini, Madrid tercatat telah memenangkan enam trofi Liga Champions dalam kurun waktu lebih dari satu dekade. Namun, gelar terakhir mereka diraih pada musim 2023/2024 dan setelahnya dua kali berturut-turut tersingkir di perempat final.
Ujian pertama Mourinho pada Liga Champions periode keduanya bersama Madrid akan langsung berat. Los Blancos dijadwalkan menghadapi Inter Milan, juara bertahan Serie A, pada matchday pertama di Santiago Bernabeu, Rabu, (9/9/2026), dini hari WIB.