PROBOLINGGO (Surau.ID) — Brasil belum menurunkan Neymar di dua laga awal Piala Dunia 2026. Absennya sang kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Seleção menjadi sorotan setelah Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko dan menghadapi Haiti tanpa kehadiran bintang berusia 34 tahun tersebut.
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti kembali tidak memasukkan nama Neymar dalam susunan pemain saat Seleção menghadapi Haiti di Lincoln Financial Field, Sabtu (20/6). Keputusan itu menimbulkan pertanyaan besar: apakah Brasil mampu melaju jauh di Piala Dunia 2026 tanpa sosok nomor 10 mereka?
Neymar tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Brasil dengan koleksi 79 gol. Namun, perjalanan pemain yang pernah membela Barcelona dan Paris Saint-Germain itu menuju Piala Dunia 2026 memang tidak berjalan mulus. Kepastian Neymar masuk skuad Brasil bahkan baru diketahui mendekati turnamen.
Dalam laga perdana Grup C menghadapi Maroko, Ancelotti memilih skema 4-2-3-1 dengan menempatkan Raphinha, Lucas Paqueta, dan Vinicius Junior sebagai trio gelandang serang di belakang Thiago. Formasi tersebut hanya menghasilkan satu gol bagi Brasil.
Saat menghadapi Haiti, Ancelotti kembali mengandalkan trio yang sama. Kali ini, Matheus Cunha mengisi posisi penyerang utama menggantikan Igor Thiago. Sementara itu, Neymar tetap tidak masuk dalam daftar pemain yang diturunkan.
Kenapa Neymar Absen?
Neymar tidak bermain karena masih menjalani pemulihan cedera betis tingkat dua yang ia alami sekitar satu bulan sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung. Tim medis Brasil sebelumnya memperkirakan Neymar bisa kembali tampil setelah menjalani pemulihan selama dua hingga tiga pekan.
Namun, proses pemulihan pemain Al Hilal tersebut berjalan lebih lambat dari perkiraan. Meski Neymar sempat terlihat berada di bangku cadangan ketika Brasil menghadapi Maroko, tim pelatih menilai kondisinya belum cukup siap untuk pertandingan sekelas Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) memastikan Neymar tidak dibawa ke stadion saat laga melawan Haiti. Brasil memilih tetap menempatkannya di pusat latihan agar fokus menjalani pemulihan.
“Ia [Neymar] akan tetap berada di New Jersey untuk mengoptimalkan fase akhir dari proses pemulihannya, dengan memanfaatkan fasilitas luar biasa di The Ridge Hotel dan Columbia Park Training Center,” rilis resmi CBF dikutip dari ESPN.
Carlo Ancelotti menyebut Neymar terus bekerja keras untuk mempercepat pemulihan. Namun, kondisi sang pemain masih menjadi tanda tanya untuk pertandingan berikutnya.
Tim Brasil bahkan meragukan Neymar dapat tampil pada laga terakhir Grup C melawan Skotlandia pada 24 Juni. Jika kondisi itu berlanjut, Seleção harus menjalani fase grup tanpa salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Brasil.