Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 September 2026 | 14:33 WIB
Daerah

Noe Letto: Promosi Tak Cukup Hanya Mengandalkan Cita Rasa

IMG 20260831 WA0078

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Kehadiran Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe Letto di Festival Kopi dan Tembakau Bondowoso tak hanya diisi dengan penampilan musik. Vokalis band Letto tersebut juga menyempatkan diri melihat langsung produk kopi yang dipamerkan sekaligus berdialog dengan para pelaku usaha kopi.

Noe yang merupakan putra pertama budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, terlihat menikmati suasana festival di kawasan Alun-alun Bondowoso. Ia mencicipi sejumlah jenis kopi yang ditawarkan para peserta pameran.

Salah satu kopi yang mendapat perhatiannya adalah kopi yang diperkenalkan sebagai kopi endemik Indonesia. Setelah mencicipinya, Noe mengaku menemukan karakter rasa yang cukup kuat dan memberikan kesan tersendiri.

“Saya salah satunya mencoba yang tadi itu, yang endemik kopi, endemik Indonesia. Sepertinya impress saya, tertarik banget,” ujarnya.

Noe mengatakan setiap kopi memiliki karakter dan daya tarik masing-masing. Karena itu, menurutnya, menentukan kopi yang paling menarik pada akhirnya kembali kepada selera masing-masing penikmat.

“Macam-macam kopi yang bisa dicoba dan menarik semuanya. Tinggal urusan selera,” katanya.

Pengalaman mencicipi kopi tersebut juga membuat Noe melihat bahwa produk Bondowoso memiliki sesuatu yang layak diperkenalkan lebih luas. 

Ia menilai kekuatan kopi tidak hanya terletak pada rasa yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana produk tersebut diperkenalkan kepada masyarakat.

Noe mengaku dirinya bukan orang yang terbiasa mendeskripsikan kopi dengan istilah-istilah teknis. Namun, ia cukup mudah mengenali kesan yang muncul dari kopi yang diminumnya.

“Kalau saya merasakan ini pekat tanpa bikin pusing,” ucapnya.

Menurut Noe, kopi Bondowoso memiliki peluang untuk berkembang apabila potensi yang sudah ada terus diperkuat. 

Ia melihat produk kopi dapat menjadi salah satu identitas yang membawa nama daerah keluar dari wilayahnya.

Selain mencicipi kopi, Noe juga tampil menghibur masyarakat melalui sejumlah lagu Letto. Penampilannya menjadi salah satu bagian yang membuat Festival Kopi dan Tembakau semakin ramai dikunjungi masyarakat.

Interaksi Noe dengan pelaku kopi menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi tempat transaksi dan pameran produk. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku komoditas lokal dengan berbagai kalangan yang memiliki jejaring dan perhatian terhadap produk daerah.

Noe kemudian menekankan pentingnya dukungan yang lebih luas agar potensi kopi tidak berhenti pada kualitas produk. 

Baginya, komoditas membutuhkan lingkungan pendukung yang mampu memperluas jangkauan dan kebermanfaatannya.

“Saya harapkan ekosistemnya itu diperkuat, karena kopinya sudah kuat. Jadi bahan dasar yang sudah kuat akan jadi jauh lebih kuat kalau ekosistemnya diperkuat,” tuturnya.

Ia menyebut ekosistem tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari legalitas, finansial, koneksi hingga kampanye. 

Seluruh unsur itu dinilai penting agar kopi Bondowoso tidak hanya dikenal sebagai produk lokal, tetapi memiliki kesempatan berkembang ke pasar yang lebih luas.

Di akhir perbincangan, Noe menyampaikan harapannya agar kopi Bondowoso terus tumbuh dan mampu menembus pasar dunia. Baginya, potensi yang sudah ada tinggal bagaimana dikembangkan secara konsisten sehingga semakin banyak orang mengenal kopi asal Bondowoso.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id