Home / Puisi / Sastra

Senin, 7 Januari 2019 - 13:28 WIB

Pak, Imaji, dan Nay

Ilustrasi ayah berdialog dengan anak. (Foto Ist/www.coolmumsuperdad.com)

Ilustrasi ayah berdialog dengan anak. (Foto Ist/www.coolmumsuperdad.com)

Puisi-puisi Rahem Umar*

Pak (1)

Bagiku kau tak pernah mati
Kau selalu hidup di hati

Jasadmu boleh tak kulihat
Tapi nasihatmu begitu terpahat

Anakmu, patuh

Cepat atau lambat
Aku akan seperti yang kau pinta
Yang kau harap

Percayalah

12 Desember 2018

Pak (2)

Aku tak tahu banyak cara mengenangmu
Yang kutahu hanya mengingat nasihatmu

Seperti sebuah kisah para petualang
Mengingat nasihatmu kadang buram
Kadang hilang, lalu kembali datang

Seperti tiap malam tanggal satu Tahun Baru
Aku pulang larut malam
Dan kau masih duduk di kursi di emper rumah
Serupa kekasih menunggu pujaan hatinya datang

Baca Juga :  Perempuan yang Memecut Punggung Lelaki

Tak banyak kata lalu kau bergegas ke tempat tidurmu
Akupun ke tempat tidur

Kau mengira aku langsung terlelap
Padahal, aku sedang mengintaimu dalam gelap

Kutahu kau sedang berdoa untukku
Dalam lirih dzikir kau sebut nama anakmu ini

Pak

Malam ini terasa malam itu

31 Desember 2018

Imaji

Laut luruh
Rindu bergemuruh

Senja berpeluk sajak
Memanja di kening pujangga

24 Desember 2018

Nay

Nay,
Malam ini mataku ngantuk
Tapi aku belum bisa tidur

Ada senyummu menyelinap dalam benakku

Baca Juga :  Counter Attack

Nay,
Bila hujan malam ini membasahi halaman rumahmu
Maka jangan kau menggigil kedinginan
Sebab, setiap tetesnya adalah ungkapan rinduku padamu

Nay,
Sebelum kau ke tempat tidurmu, malam ini
Cobalah buka pintu lemarimu
Mungkin terselip gambarku di situ
Jika tidak, cobalah beranjak ke halaman rumahmu
Lalu lihatlah ke langit sana
Bahwa di antara ribuan bintang kuselipkan 1 kata doa untukmu

Nay, semoga kau ada untukku
Selamanya

02 Desember 2018

*Penyuka sastra ini adalah Jurnalis MNC Group di Sumenep. Mantan Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) Periode 2016-2018.

Share :

Baca Juga

Puisi

Tentang Senja dan Sehabis Itu

Puisi

Tanah Jimat

Puisi

Sajak Kerinduan

Puisi

Pusar Laut
Pergi

Puisi

Aku Pergi
Sengketa

Puisi

Counter Attack
Kangen

Puisi

Ngangen, Saat Dunia Transparan
Poligami-iStock

Puisi

Polisi, Politik, Poligami