JAKARTA (Surau.ID) – Paparan asap rokok berulang dapat merusak pertahanan alami saluran pernapasan dan memicu kolonisasi bakteri pemicu pneumonia pada Minggu (27/9/2026).
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Joyce Bratanata, menjelaskan bahwa perokok berisiko memiliki kolonisasi bakteri di hidung dan tenggorokan yang dapat berkembang menjadi infeksi serius.
Ketika daya tahan tubuh menurun, bakteri tersebut berpotensi turun ke saluran pernapasan bagian bawah dan memicu peradangan pada kantung udara atau alveoli paru-paru.
Proses Infeksi Bakteri Streptococcus Pneumoniae
Bakteri Streptococcus pneumoniae yang mencapai paru-paru dapat menyebabkan peradangan berat hingga alveoli terisi cairan atau nanah, sehingga mengganggu pertahanan dan fungsi pertukaran oksigen.
Kondisi tersebut membuat penderita mengalami gejala sesak napas berat dan kerap membutuhkan penanganan medis intensif di rumah sakit akibat gangguan fungsi paru-paru.
Bahaya Pasif dan Langkah Pencegahan
Paparan asap rokok di ruangan tertutup sangat membahayakan kelompok rentan seperti anak-anak, balita, hingga lansia dari risiko kerusakan jaringan paru permanen.
“Mencegah paparan asap di rumah dan menerapkan kebiasaan bersih sangat penting untuk menjaga kekuatan saluran pernapasan dari ancaman infeksi,” ujar dr. Joyce Bratanata, Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Langkah kecil seperti berhenti merokok dan melengkapi vaksinasi menjadi investasi krusial demi menjaga kesehatan paru-paru keluarga secara berkelanjutan.