Home / Berita / Daerah / Peristiwa

Rabu, 2 Desember 2020 - 13:33 WIB

Pasca Digeruduk Massa, Banser Jaga Rumah Mahfud MD di Pamekasan

Anggota Satkorcab Pamekasan berjaga di depan rumah ibunda Mahfud MD, Siti Khotijah di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. (Foto IST/Surau.ID)

Anggota Satkorcab Pamekasan berjaga di depan rumah ibunda Mahfud MD, Siti Khotijah di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. (Foto IST/Surau.ID)

Pamekasan, Surau.ID – Rumah Ibunda Menkopolhukam RI, Mahfud MD yang bernama Siti Khotijah dipersekusi oleh massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk menyatakan ketidakterimaan atas diperiksanya Habib Rizieq Shihab oleh Polda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020) kemarin.

Melihat kejadian tersebut, Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat Islam Pamekasan itu.

Kekecawaan pertama, karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh. Kedua, massa aksi dianggapnya tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat Islam.

Baca Juga :  Wujudkan Situasi Kamtibmas Pilkada 2020, Polres Sumenep Gelar Apel Tiga Pilar Wilayah Jatim

“Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tahu apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ujarnya, Rabu (2/12/2020).

Selain itu, Mahfud MD adalah salah satu putra terbaik Madura. Potensi Madura seharusnya dijaga marwahnya, dikawal perjalanan khidmatnya terhadap bangsa dan Negara, bukan malah diperlakukan seperti itu.

Dengan kejadian tersebut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam.

Baca Juga :  Sambil Meneteskan Air Mata, Ini Harapan Honorer pada Bupati Sumenep Mendatang

“Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, Negara, Islam, NU dan Madura. Untuk itu, Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” tegasnya.

Menurut Syafi’, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi.

“Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” tandasnya.

Pewarta: Ulum
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Kades Longos

Berita

Ratusan Warga Desa Longos Dukung Kadesnya Meski Dihentikan Menuju PN Sumenep
Guru PPPK

Berita

Seluruh SD di Kecamatan Saronggi Dilarang PTM
Deklarasi Damai Pilkada Sumenep 2020

Berita

Deklarasi Damai Jelang Pilkada 2020, Polres Sumenep Lakukan Sejumlah Persiapan
BPPKAD Sumenep

Berita

PAD Sumenep Tahun 2020 Masih Belum Mencapai Target
Pilbup Sumenep 2020

Berita

AK KWK dan DPHP Tidak Sinkron, Panwascam Talango Tuding KPU Sumenep Tidak Profesional
Majelis Pelajar IPNU-IPPNU

Berita

Majelis Pelajar PK IPNU-IPPNU Al-Huda, Cara Bangun Komunikasi Baik dalam Organisasi
Penemuan Bayi

Berita

Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Belakang Puskesmas Gapura
Pendaftaran Bakal Paslon Pilbup Sumenep Tahun 2020

Berita

Berkas Pendaftaran Gus Acing-Mas Kiai Memenuhi Syarat, Tinggal Verifikasi