Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
08 Juli 2026 | 12:24 WIB
Hiburan

Pelatih Mesir Tuding Argentina dan Lionel Messi Diuntungkan, Klaim Piala Dunia 2026 Sudah Diatur

Pelatih mesir marah
Pelatih Timnas Mesir (The Pharaohs), Hossam Hassan. {Foto: Getty Images}

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Timnas Mesir melontarkan protes keras setelah tersingkir dari babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Timnas Mesir (The Pharaohs), Hossam Hassan, menuding Argentina dan Lionel Messi mendapat keuntungan dari sejumlah keputusan yang dinilai kontroversial sehingga mampu membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke perempatfinal.

Argentina mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 dalam laga di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7/2026). Albiceleste bangkit setelah sempat tertinggal dua gol melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Mostafa Zico pada menit ke-67. Tim asuhan Lionel Scaloni kemudian membalas lewat Cristian Romero (79′), Lionel Messi (83′), dan Enzo Fernández (90+2′).

Kekalahan tersebut mengakhiri langkah Mesir di Piala Dunia 2026, sementara Argentina melanjutkan perjuangan ke babak delapan besar.

Soroti Keputusan Kontroversial Wasit

Hossam Hassan menilai hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh permainan kedua tim di lapangan. Menurutnya, sejumlah keputusan penting justru menguntungkan Argentina.

Pelatih berusia 59 tahun itu menyoroti proses terciptanya gol kemenangan Enzo Fernández setelah Mohamed Salah terjatuh di dalam kotak penalti. Ia juga mempertanyakan insiden yang melibatkan Alexis Mac Allister, yang menurutnya melanggar pemain Mesir saat serangan balik berlangsung di area terlarang.

“Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan, lebih baik dalam segala hal, tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan,” kata Hassan, dikutip dari ESPN.

“Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia dalam kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing.”

“Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia itu (Argentina) mendapat dukungan di semua tingkatan,” sindirnya.

Hassan juga mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal sudah menyampaikan keberatan terhadap penunjukan wasit François Letexier karena rekam jejak pertandingan sebelumnya.

“Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Kami keberatan dengan penunjukan wasit karena situasi melawan Prancis, tetapi setiap tim pasti akan mengalami masa-masa sulit pada suatu saat, dan kami mengalaminya,” katanya.

Zico Sebut Pertandingan Tidak Adil

Kekecewaan serupa disampaikan penyerang Mesir, Mostafa Zico. Ia mengarahkan kritik kepada wasit François Letexier yang memimpin jalannya pertandingan.

Sepanjang laga, kepemimpinan Letexier menjadi sorotan setelah muncul sejumlah keputusan kontroversial, mulai dari penalti yang dibatalkan, gol Mesir yang dianulir melalui VAR, hingga beberapa insiden lain yang dinilai luput dari peninjauan.

“Wasit tidak adil, sama sekali tidak adil. Dia berlaku tidak adil dan melakukan ketidakadilan yang sangat jelas. Dia menghancurkan perjuangan seluruh bangsa,” kata Zico.

Striker Mesir itu bahkan menilai timnya telah menghadapi ketidakadilan sejak awal pertandingan.

“Tidak mungkin kami bisa mengalahkan Argentina dengan skor 2-0. Ini adalah Piala Dunia yang sudah diatur. Semoga Tuhan melindungi kami,” ujarnya.

Hassan Ancam Boikot Piala Dunia

Usai pertandingan, Hassan mengaku langsung mendatangi François Letexier untuk menyampaikan protes atas kepemimpinannya. Ia menilai kemenangan Argentina tidak mencerminkan jalannya pertandingan.

“Hidup ini memang tidak adil. Dunia ini tidak adil. Tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak bisa menerima hasil ini dan cara pertandingan berjalan,” kata Hassan.

Pelatih Mesir itu kembali mengulang kecurigaannya terhadap keberpihakan kepada juara bertahan.

“Mungkin mereka ingin mempertahankan sang juara dunia di kompetisi ini? Mungkin mereka ingin Messi tetap berkompetisi?” ujarnya.

Sebagai penutup, Hassan melontarkan pernyataan yang menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap penyelenggaraan turnamen.

“Saya memberi tahu wasit bahwa apa yang terjadi itu tidak adil. Ini adalah kemenangan yang tidak layak bagi Argentina. Setelah saya pulang ke negara saya, saya tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini.”

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id