PASURUAN (Surau.ID) – Seorang pengendara sepeda motor, Muhammad Sholeh Khuddin (31), tewas seketika usai tertemper Kereta Api Sri Tanjung di perlintasan tanpa palang pintu Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Minggu sore (19/7).
Kecelakaan tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.33 WIB saat korban yang mengendarai Honda Beat bernopol N 6521 TFA hendak melintasi rel dari arah utara menuju selatan.
Kereta Api Sri Tanjung yang melaju dari arah Surabaya menuju Banyuwangi tidak dapat menghindar, menyebabkan korban terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas kepolisian segera mengevakuasi jasad korban ke RSUD Bangil.
Rawannya Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Insiden ini kembali menyoroti bahaya perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi dengan palang pintu di Kabupaten Pasuruan. Minimnya pengamanan di titik tersebut menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti korban tidak menyadari kedatangan kereta. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kelalaian atau faktor teknis lainnya dalam musibah ini.
Langkah Penegakan Keamanan Kereta Api
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rel kereta api, terutama pada jalur tanpa palang pintu. “Tertemper atau tertabraknya korban saat mengendarai motor dan melintas di rel kereta api tanpa palang pintu,” ujar Kompol Akhmad Sukiyanto, Kapolsek Beji.
Kejadian ini memberikan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi refleksi bagi masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan memastikan kondisi jalur aman sebelum melintas. Keselamatan di jalur perlintasan menjadi tanggung jawab bersama untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.