Home / Berita / Daerah / Kesehatan

Kamis, 14 Januari 2021 - 06:56 WIB

Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Pamekasan akan Dimulai Bulan Februari

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Istimewa)

Pamekasan, SURAU.id – Penyuntikan vaksin Covid-19 di Kabupaten Pamekasan akan dimulai bulan Februari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Pamekasan, dr Nanang Suyanto mengatakan, hal ini berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan.

“Penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan bersamaan dengan 34 kabupaten dan kota se-Jawa Timur,” ujar dr. Nanang.

Karena pelaksanaannya bulan Februari, maka vaksin itu hingga hari ini belum diterima. Berdasarkan surat edaran Kemenkes, vaksin Sinovac akan didistribusikan ke Kabupaten Pamekasan, dalam hal ini Dinas Kesehatan pada bulan Februari juga.

Baca Juga :  Presiden Bubarkan BPWS, Said Abdullah: Madura Lebih Membutuhkan Pemberdayaan Ekonomi dan Penguatan UMKM

“Untuk tanggal pastinya kita masih menunggu jadwal dari provinsi,” kata dr Nanang, Rabu (13/01/2021).

“Kami telah mempersiapkan semua personel dan fasilitas pendukung lainnya,” imbuh dia.

Untuk tahap pertama, ada 3.080 orang di Pamekasan yang akan divaksin, terdiri dari para tenaga kesehatan dan pejabat publik.

Secara umum penyuntikan vaksin buatan Sinovac ini untuk usia 18 sampai 59 tahun. Namun, untuk saat ini ibu hamil dan menyusui serta warga yang mempunyai penyakit penyerta, tidak masuk dalam sasaran pemberian vaksin.

“Karena belum ada data dukung uji klinis terkait keamanan vaksin untuk kelompok tersebut,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Satu Lagi, Bandar Sabu Asal Pulau Sapeken Di Tangkap Timsus Polres Sumenep

Kemudian, warga yang pernah terinfeksi Covid-19 juga tidak masuk dalam sasaran pemberian vaksin, karena sudah terbentuk kekebalan alami di dalam tubuhnya.

Vaksinasi Covid-19 di Pamekasan ini, akan dilaksanakan di 20 puskesmas Pamekasan yang tersebar di 13 kecamatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Efek samping tidak selalu ada. Kalaupun ada beragam. Umumnya ringan dan bersifat sementara seperti demam, nyeri otot atau ruam bekas suntikan,” tandas dr Nanang.

Pewarta: Kholisin
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Pilbup Sumenep 2020

Berita

AK KWK dan DPHP Tidak Sinkron, Panwascam Talango Tuding KPU Sumenep Tidak Profesional

Artikel

Minum Es Kopi Lebih Menyehatkan Daripada Kopi Panas, Benarkah??
Lockdown Saronggi

Berita

Lockdown Saronggi, Dinkes Sumenep Klaim Lakukan Langkah yang Bisa Didukung Masyarakat
Pelaku Pembunuhan

Daerah

Merasa Dendam, Ibu Muda di Sumenep Tega Bunuh Balita Yatim Berumur Empat Tahun
PAC IPNU-IPPNU Dungkek

Berita

PAC IPNU-IPPNU Dungkek Gelar Evaluasi bersama Pembina
Pesta Sabu

Berita

Pemuda Sumenep Hendak Pesta Sabu Diringkus Polisi, Ternyata Seorang Kadus
Majelis Pelajar IPNU-IPPNU

Berita

Majelis Pelajar PK IPNU-IPPNU Al-Huda, Cara Bangun Komunikasi Baik dalam Organisasi
Polres Sumenep

Daerah

Alamak, Kasus Kriminal dan Narkoba di Sumenep Meninggkat di Tahun 2020