Home / Puisi / Sastra

Kamis, 5 September 2019 - 18:35 WIB

Perempuan Langit, Purnama Maskawinku

Woman. (Foto IST/Pixabay)

Woman. (Foto IST/Pixabay)

Puisi-puisi Bung Rosy*

Perempuan Langit

Basah keringat luka dalam dada
Kering tak tersisa setetes saja
Oleh rambutmu yang tergerai manja
Layaknya angin musim cinta

Bintang adalah matamu
Kedipannya menebar rindu
Kala hati menjelang beku

Pipimu sebulat matahari
Menyinari diksi untuk bersemi puisi
Yang telah lama gugur oleh sepi
Pada kegersangan mimpi

Bibirmu separuh rembulan
Mengundang terang dalam ingatan
Tak kesasar langkahku menuju kesetiaan

Maka izinkan aku menjadi lelaki tanah
Biar kita saling bercerita
Perihal hujan yang sangat tulus pada bunga.

Bungduwak 2018

Purnama Maskawinku

Aku dan kamu bertunangan dalam puisi
Diksi-diksi sepi menjadi saksi
Perihal mimpi yang melengkung di manis jemari
Pun kado terindah yang setia menanti
Kesetiaan telah dinikmati sepiring berdua
Dalam waktu yang kian menua
Juga secangkir cinta yang diseruput bersama
Hingga segala ragu buyar bersama asapnya
Asap yang gagal menjadi nirwana

Baca Juga :  Tentang Senja dan Sehabis Itu

Hari ini akan kutunaikan segala perjanjian
Tentang hajat besar
Yang dari dulu kita sembunyikan dalam kecemasan
Maka perkenankan aku mengucap Qobiltu
Dari mulut usai beku

Sebelum kaubertanya apa maskawinnya
Akan kupersembahkan sejuta gram purnama
Usai kuambil di tangan langit
Karena aku takut hatimu hanya berkelip
Tempat kubaringkan segala nasib.

Baca Juga :  Viral, Fadli Zon Tulis Puisi 'Doa yang Ditukar'

Bungduwak 2018

* Bung Rosy bernama asli Fathor Rosy. Pemuda kelahiran Sumenep, 07 November 2002 ini masih menjadi Siswa aktif di Bangku Kelas X MA Al-Huda, Gapura Timur. Mulai belajar menulis sejak aktif di Sanggar “7 Kejora” Puisi-puisinya sudah terbukukan di berbagai antologi puisi bersama, antara lain Keindahan Alam (FAM, 2017), dan Bencana Alam (FAM, 2017). Rosy juga pernah menjuarai lomba Cipta Puisi Se-Kabupaten Sumenep pada “Wokshop Kepenulisan PAC IPNU-IPPNU Lenteng 2018”. Di tengah kesibukannya sebagai aktifis PAC IPNU Gapura, ia menyempatkan Aktif di ‘Komunitas Kamis Sore’ Pangabasen.

Share :

Baca Juga

Kangen

Puisi

Ngangen, Saat Dunia Transparan

Puisi

Tentang Senja dan Sehabis Itu
Pergi

Puisi

Aku Pergi
Rindu

Cerpen

Perihal Rindu
Makan Bakso Berdua

Cerpen

Perempuan yang Memecut Punggung Lelaki

Puisi

Air Jatuh

Puisi

Pusar Laut

Puisi

Rato