SUMENEP (Surau.ID) — Pelaksanaan lomba pawai budaya peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (26/8/2026), memicu sorotan. Langkah panitia menunjuk petugas pengamanan sebagai juri secara mendadak dinilai merusak objektivitas dan kredibilitas penilaian seni.
Sejumlah pihak menyayangkan komposisi juri yang didominasi oleh personel institusi keamanan dan administrasi, yakni Lapas, Koramil, dan Polsek setempat. Padahal, ajang tersebut menampilkan beragam aktraksi kreatif, musik, tarian, dan busana adat dari peserta tingkat SLTP, SLTA, hingga umum.
Kejanggalan mekanisme ini diakui langsung oleh salah satu juri di lokasi acara. Ia mengaku ditunjuk secara tiba-tiba tanpa pembekalan maupun panduan baku.
“Saya dijadikan juri itu mendadak pak, wong saya tugas keamanan jalan kok diambil jadi juri, tanpa briefing, tanpa dikasih kriteria penilaian, moro-moro dikasih form penilaian,” ungkap petugas tersebut usai acara.
Praktik ini bertentangan dengan standar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pedoman tersebut menegaskan bahwa penjurian ajang budaya idealnya memprioritaskan keterlibatan praktisi seni atau akademisi kebudayaan yang kompeten.
Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan peserta yang telah mempersiapkan penampilan secara matang.
“Ini bukan tentang dapat juara atau tidak, tapi minimal kami akan merasa dihargai ketika dinilai oleh juri yang profesional,” tutur salah seorang pelajar peserta pawai.
Sejumlah pegiat seni dan pengamat di Arjasa menilai, penunjukan juri tanpa kualifikasi seni berisiko mengabaikan sisi estetika dan mencederai motivasi generasi muda dalam berkarya.
“Ketika juri ditunjuk secara mendadak tanpa kriteria yang jelas, sulit untuk memberikan apresiasi yang objektif dan layak kepada penampilan para pelajar yang sudah bersemangat,” terang pengamat lokal tersebut.
Meski begitu, dinamika penjurian tidak meredam antusiasme publik. Ratusan peserta tetap tampil maksimal menyusuri rute pusat Kota Arjasa dengan disaksikan ribuan warga yang memadati sepanjang jalan. Panitia penyelenggara dari pihak kecamatan dan kabupaten menyiagakan rute tersebut hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.