Home / Berita / Daerah / Peristiwa

Jumat, 15 Januari 2021 - 16:38 WIB

PMII Jatim Desak PT Hexamitra Charcoalindo Tanggungjawab atas Kecelakaan Kerja Buruh

Sekretaris 2 PKC PMII Jawa Timur, Abdul Hayyi. (Foto for SURAU.id)

Sekretaris 2 PKC PMII Jawa Timur, Abdul Hayyi. (Foto for SURAU.id)

Surabaya, SURAU.id – PMII Jawa Timur mendesak PT Hexamitra Charcoalindo agar bertanggungjawab atas kecelakaan kerja yang menimpa Muhammad Fauzi (41).

Pasalnya, hampir seminggu pasca kejadian yang membuat salah satu buruh tetap PT Hexamitra Charcoalindo meninggal dunia pada Sabtu (9/01/2021) lalu, belum ada tanggung jawab dari pihak perusahaan.

Nisa, keluarga korban menyampaikan, pihak perusahaan terkesan berbelit-belit dengan pihak keluarga. Bahkan, perusahaan yang berlokasi di Desa Krikilan, Driyorejo, Gresik itu berdalih tidak mampu dan lainnya.

“Surat perjanjian pihak keluarga dengan tanda tangan di atas materai oleh pihak perusahaan sudah ada sejak awal, namun pihak perusahaan terkesan berbelit-belit dan beralasan pabrik tidak mampu,” ungkap Nisa, Jumat (15/01/2021).

Sekretaris 2 PKC PMII Jawa Timur, Abdul Hayyi turut berduka cita atas meninggalnya buruh PT Hexamitra Charcoalindo.

Berdasarkan Penilaian Kinerja VLK dan Audit dari PT Multiagung Lestari, PT Hexamitra Charcoalindo ternyata memenuhi standart berdasarkan Peraturan Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari No: P.14/PHPL/SET/2016 tentang Standart VLK pemegang IUIPHHK dengan kapasitas produksi lebih dari 6.000 m3/tahun dan IUI dengan nilai investasi di atas 500 juta.

Baca Juga :  DPKS Minta Pemkab Sumenep Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer Non-K

PKC PMII Jatim menyayangkan peristiwa tersebut terjadi, karena sudah jelas industri pemegang IUI dengan nilai investasi di atas 500 juta seharusnya menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Pihak perusahaan belum mendaftarkan almarhum ke BPJS Ketenagakerjaan, padahal beliau sudah kerja selama 19 tahun. Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi, ini membuktikan pihak perusahaan tidak bertanggungjawab,” ungkanya, Jumat (15/01/2021) di Surabaya.

PKC PMII Jatim berkomitmen akan mengawal kasus ini sampai perusahaan memberikan hak korban. Serta meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memberhentikan pengoperasian perusahaan.

Baca Juga :  Tes CPNS SKB Formasi 2019 di Sumenep Berjalan Lancar, Dua Peserta Tak Hadiri Tes

Tidak hanya itu, pihaknya akan segera membuat keluhan kepada lembaga sertifikasi PT Multiagung Lestari selaku pemberi izin kepada PT Hexamitra Charcoalindo.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Hayyi, PMII Jatim juga akan melakukan penggalangan dana sebagai bantuan agar meringankan beban keluarga korban.

“PMII adalah anak buruh dengan kata lain PMII adalah bagian dari buruh. Ketika satu buruh tersakiti, maka seluruh kader akan tersakiti,” tegasnya.

Diketahui, Muhammad Fauzi meninggal dunia akibat tertimbun serbuk kayu di atas Conveyor saat bekerja di pabrik kayu PT Hexamitra Charcoalindo.

Dilansir dari SINDONEWS.com, sebelum mengembuskan nafas terakhir, dia sempat dilarikan ke rumah sakit Anwar Medika Sidoarjo. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Korban yang bekerja di bagian tendon bahan kayu tertimbun serbuk sampai menggunung.

Pewarta: Kholisin
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Berita

Sukseskan Pilkada Sumenep 2020, KPU Gandeng PWRI Sosialisasi Kepada Pemilih Pemula
Gubernur Khafifah

Agraria

Gubernur Jatim Minta Pengurusan Sertifikat Lahan di Sumenep Segera Diselesaikan
Dongeng Keliling

Berita

Besok, Dongeng Keliling Ke-16 Rumah Cerita OKARA di Yayasan Nurul Jadid
Penculikan

Berita

Pelaku Penculikan Anggota PPK di Sumenep Menyerahkan Diri ke Polisi

Berita

Semangat Baru SMA PGRI Sumenep

Berita

Buku “Terapi Spiritual” Karya Bupati Sumenep Dibedah
Pengesahan 144 Warga Baru PSHT Cabagn SUmenep

Berita

Sahkan 144 Warga Baru, PSHT Cabang Sumenep Minta Komitmen Jaga NKRI

Berita

LPM Retorika STKIP Adakan Pelatihan Jurnalistik Bagi Anggota Baru