JAKARTA (Surau.ID) — Pemerintah China belum memberikan kepastian mengenai penyelesaian kontroversi yang melibatkan Kylian Mbappe, meski pemain asal Prancis itu telah menyampaikan permintaan maaf terkait lelucon tentang Mao Zedong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, hanya memberikan tanggapan singkat ketika ditanya mengenai permintaan maaf tersebut.
“Kami menganggap serius permintaan maaf yang disampaikan oleh pihak yang bersangkutan,” sebut Guo Jiakun, dikutip dari media Spanyol, EFE.
Saat ditanya apakah permintaan maaf Mbappe dapat mengakhiri persoalan, Guo kembali menyampaikan jawaban yang sama tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Kontroversi tersebut sebelumnya memicu reaksi di China. Dampaknya tidak hanya menyasar Mbappe, namun juga meluas kepada LaLiga dan Real Madrid. Sejumlah merek dilaporkan memutus kontrak dengan sang pemain, sementara gelombang protes terus bermunculan.
Situasi semakin berkembang setelah muncul ancaman boikot terhadap siaran pertandingan Liga Spanyol dan Real Madrid di China. Menanggapi polemik tersebut, LaLiga dan Real Madrid turut menyampaikan permintaan maaf kepada pihak China.
Chinese Media Group (CMG) telah menerima permintaan maaf resmi dari Real Madrid dan LaLiga terkait kontroversi yang melibatkan Mbappe. Permintaan maaf kedua pihak itu kemudian disiarkan kepada publik.
Meski demikian, CMG belum memutuskan apakah ancaman penghentian siaran pertandingan Liga Spanyol dan Real Madrid akan dibatalkan. Dengan demikian, respons resmi pemerintah China terhadap permintaan maaf Mbappe belum memberikan kepastian mengenai akhir polemik tersebut.